Dari Medan sampai Denpasar, Anak Muda Suarakan Dukungan untuk Capres Alternatif

Rabu, 13 September 2023 – 22:27 WIB
Gabungan komunitas anak muda di Denpasar, Bali, menyampaikan dukungan dan mengusulkan tokoh penggerak anak muda sekaligus pendiri Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho sebagai capres alternatif pada Pemilu 2024. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, DENPASAR - Gabungan komunitas anak muda di Denpasar, Bali, menyampaikan dukungan dan mengusulkan tokoh penggerak anak muda sekaligus pendiri Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho sebagai capres alternatif pada Pemilu 2024.

Aksi ini memperkuat gagasan capres alternatif oleh sejumlah komunitas anak muda kritis Jawa Barat dalam acara 'Anak Muda Satu Nusa Satu Suara' di Sumedang beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Komunitas Anak Muda Medan Dukung Wacana Capres Alternatif, Ini Alasannya

Dukungan untuk capres alternatif dari kalangan muda juga disuarakan oleh sejumlah tokoh pemuda Medan dalam acara Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia.

Fenomena ini muncul sebagai suara kritis dan gerakan moral untuk menolak kecenderungan elitisme politik, oligarkisme dan fenomena politik dinasti yang semakin menguat.

BACA JUGA: Batas Usia Capres-Cawapres Digugat, Pakar: Banyak Anak Muda yang Layak Memimpin

"Kondisi perpolitikan kita hari ini menjadi keresahan bersama di kalangan anak muda, di mana fenomena politik nasional yang kian elitis bahkan cenderung memposisikan anak muda sebagai objek, isu dan permainan politik, tanpa dirasakan impact kebijakannya terhadap anak-anak muda secara luas. Ini membuat wacana gerakan capres alternatif harus segera dilakukan untuk menyadarkan dan mendobrak fenomena tersebut," kata Founder Praga Institute Arya Gangga di Denpasar, Bali, Minggu (10/9).

Arya menjelaskan bahwa wacana gerakan capres alternatif harus dilihat sebagai bentuk protes dan bagian dari kritik anak muda yang sudah jenuh dengan dinamika politik di kalangan elit saat ini.

BACA JUGA: Nama Gibran Disebut di Sidang Uji Materi UU Pemilu soal Syarat Usia Capres - Cawapres

"Ini bagian dari kritik anak muda yang tidak dilibatkan secara esensial katakanlah mulai dari dialog sampai dalam proses pengambilan keputusan untuk ikut membangun bangsa, padahal anak muda hari ini merupakan populasi terbesar di negeri ini. Apalagi di Pemilu 2024 mendatang suara kita sebagai generasi milenial mencapai 40-55 persen, dan saya pikir inilah saatnya anak muda untuk 'speak up' berani mengambil sikap," ujar aktivis Bali ini.

Bahkan, Arya melihat wacana yang dilakukan oleh komunitas Nusantara 'Anak Muda Satu Nusa Satu Suara' yang mengusung Dimas sebagai capres alternatif dinilai masuk akal dan terlihat cukup menarik di mata anak-anak muda.

"Kita melihat semangat teman-teman yang sudah menentukan sikap mendorong calon presiden tertentu untuk Pilpres 2024, ya sah-sah saja, atau telah mendukung parpol tertentu. Termasuk jika ada gagasan berani anak muda mengajukan sosok yang lain pula sebagai capres alternatif atau capres bayangan, menurut saya juga sangat menarik, inilah demokrasi, bagian dari gerakan kritis."

"Kami mengenal dan baru pertama kali bertemu Bang Dimas, saya kira idenya cukup kuat terhadap apa yang menjadi keresahan anak muda, tinggal dikomunikasikan ke depan bagaimana kiranya mengadvokasi, membawa isu-isu anak muda menjadi isu bersama, isu yang mungkin bisa menjadi semangat bersama anak-anak muda di Indonesia khususnya di Bali," ungkap Arya.

Hal serupa juga disampaikan aktivis Bali lainnya yakni Alex Krisna yang menilai bahwa peran pemuda sangat penting dan sangat sentral dalam pemilu mendatang.

Menurut dia, anak muda perlu menentukan sosok pemimpin seperti apa yang diinginkan dan bersikap.

"Jangan dianggap sepele dengan jumlah kami yang bisa dikatakan mayoritas sebagai pemilih pemula nantinya, ketika memang calon-calon pemimpin saat ini tidak bisa mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan dan keresahan anak muda, maka bukan tidak mungkin wacana capres alternatif yang didukung anak-anak muda non-elitis benar-benar terwujud dan mendapatkan dukungan publik," katanya.

Alex yang juga entrepreneur muda ini menilai positif gagasan capres alternatif yang sudah dideklarasikan oleh Komunitas Nusantara 'Anak Muda Satu Suara' di Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Karena baginya, ketika tiga calon nama hari ini yang keluar di taraf nasional tidak begitu peduli dan tahu apa yang menjadi kebutuhan anak muda maka sudah saatnya anak muda bergerak membuat pilihan baru, seperti mengusung nama Dimas Oky Nugroho, tokoh anak muda untuk diwacanakan sebagai sikap politik dan capres alternatif.

"Ketika memang tiga calon itu tidak mampu memberikan solusi yang konkrit dan jawaban yang pasti kepada generasi muda ya kita pasti mendukung calon alternatif. Untuk apa kita memilih pemimpin yang justru terlalu elitis dan tidak begitu memperhatikan permasalahan anak muda. Saya justru mengenal Dimas Oky sebagai sosok yang peduli dan sejak lama memfasilitasi berbagai kegiatan anak muda secara positif. Melalui wacana Bang Dimas capres alternatif kita tunjukkan sikap politik kritis bahwa anak muda berkesadaran dan punya aspirasi tersendiri," tutup Alex. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler