Dari Penjara, Ketut Ingin Menelepon Keluarganya di Bali

Selasa, 25 Februari 2014 – 13:02 WIB

jpnn.com - FLORIDA - Senin (24/2) kemarin, pejabat sementara Konsulat Jendral RI (KJRI) di Houston, Amerika Serikat, Prasetyo Budi menemui Ketut Pujayasa di penjara Fort Lauderdale, Florida.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 2,5 jam itu Prasetyo Budi mengupayakan agar Ketut dapat berkomunikasi dengan keluarganya di Bangli, Bali melalui sambungan telepon.

BACA JUGA: Ukraina Kacau, Rusia Tetap Kucurkan Dana Talangan

Namun, upaya ini gagal lantaran Ketut diharuskan membuat akun khusus terlebih dahulu. Akun ini diperlukan untuk mememungkinkan membuat panggilan internasional di telepon penjara.

“Tadi belum berhasil karena kita masih harus menunggu aktifnya akun yang dibuka khusus," ujar Prasetyo seperti dilansir dari voaindonesia.com, Selasa (25/2).

BACA JUGA: Anggap Ketut Bakal Sulit Bebas dengan Jaminan

Sementara menunggu, lanjutnya, Ketut bisa menghubungi kantor KJRI Houston. Menurutnya, pelaksana fungsi konsuler KJRI akan menghubungi pihak keluarga dan menyambungkannya dengan Ketut.

Namun, Prasetyo tetap berharap akun khusus yang sudah dibuat dapat segera aktif.

BACA JUGA: Jelang Sidang, Ketut Minta Maaf Via Surat

"Semoga akun yang kami buat tadi dapat segera aktif," ucapnya.

Seperti diberitakan, Ketut Pujayasa ditangkap oleh aparat FBI pada tanggal 18 Februari 2014. Ia ditahan atas penyerangan dan perkosaan terhadap seorang wanita penumpang kapal pesiar
MV Nieuw Amsterdam, tempat Ketut bekerja.

Kejadian berawal saat Ketut mengantarkan sarapan pagi ke kamar korban pada tanggal 13 Februari 2014. Saat Ketut mengetuk pintu kamar, korban meneriakkan kata-kata “Wait a minute, son of a bitch”.

Atas pernyataan tersebut, Ketut marah karena merasa harga dirinya dan keluarga terhina. Pria berusia 28 tahun ini lantas merencanakan penyerangan di hari berikutnya.

Agen Khusus FBI David Nunez, dalam laporan pemeriksaan, menuturkan bahwa awalnya Ketut berencana menampar korban sebagai pembalasan. Namun, saat libur bertugas, ia justru masuk ke kamar korban menggunakan kunci serep.

Ia sempat tertidur di balkon dan terbangun saat korban memasuki kamar. itu sudah berada di dalam kamar. Ketut kemudian memukul wanita berusia 31 tahun itu menggunakan laptop dan mencekiknya memakai tali setrikaan dan kabel telepon. Korban sempat melawan dengan menggigit dan memukul alat kelamin Ketut dengan alat pembuka botol.

Kepada FBI, Ketut mengaku berniat membuang korban ke perairan di dekat Roatan, Honduras untuk menghilangkan bukti. Tetapi, usahanya gagal karena seorang penumpang mengetuk pintu kamar korban. (dil/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketut Bakal Gunakan Makian Korban untuk Bahan Pembelaan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler