jpnn.com, SAMARINDA - Csulhia (50) berteriak meminta tolong dari bilik kamar indekosnya di Jalan Mulawarman, Kecamatan Samarinda Kota, Sabtu (25/3).
Dia melihat tamunya, Daming (65), sudah terbujur kaku di kamarnya.
BACA JUGA: Warga Gempar, Pejabat Terbujur Kaku di di Kasur
Anggota Polsekta Samarinda Ilir langsung berdatangan ke lokasi kejadian.
Csulhia menjelaskan Daming datang ke kamarnya untuk dipijat.
BACA JUGA: Kaget, Tiba-Tiba Ada Mayat Mengapung di Sungai
Sebelum itu, Daming sempat meminta dibuatkan teh panas. Csulhia menurut.
Nah, saat kembali ke kamar dengan membawa teh, Csulhia malah mendapati Daming sudah terbujur kaku.
BACA JUGA: Suami Janji Pulang Setelah Salat, Ternyata Jadi Mayat
Dia tidak mengetahui apa yang dilakukan Daming.
Petugas juga tidak banyak menemukan petunjuk.
Sementara itu, Abdullah Gofur (27), anak Daming, hanya bisa menangis ketika melihat jasad ayahnya tampak mengenaskan.
Dia mengaku sempat makan bersama Daming pada pukul 10:00 Wita.
Dia baru meninggalkan rumah setelah melepas kepergian istrinya ke Balikpapan.
“Bapak habis gajian, jadi ada syukuran kecil,” ujar Gofur.
Berdasarkan keterangan Gofur, Daming tak memiliki riwayat penyakit apapun.
“Tidak pernah mengeluh juga,” imbuh Gofur.
Jasad Daming pun dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk divisum.
Sementara itu, pihak keluarga tidak berkenan jasad Daming diautopsi.
Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yovan Fatika menuturkan, pihaknya masih menggali keterangan dari Csulhia sebagai saksi.
“Dia yang terakhir bersama korban, tentunya kami mintai keterangan,” ujar Yovan. (dra/ndy/k9)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Bau Menyengat di Rumah Dinas, Ya Ampuun...
Redaktur : Tim Redaksi