Dataran Rendah dan Menengah Juga Bisa Ditanami Bawang Putih

Kamis, 30 Mei 2019 – 15:28 WIB
Bawang putih. Foto : Humas Kementan

jpnn.com, SUKABUMI - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah berupaya agar Indonesia bisa swasembada bawang putih pada 2021. Untuk mewujudkannya, berbagai cara pun telah dilakukan.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Yasid Taufik mengatakan, salah satu kebijakan pemerintah untuk mendorong swasembada adalah para importir melakukan wajib tanam sebanyak lima persen dari total rekomendasi impornya.

BACA JUGA: Kementan: Penghasilan Petani Bawang Putih Lebih Besar dari Pejabat Kementerian

Hal ini diatur Kementan dengan menerbitkan Rekomendasi Izin Produk Hortikultura (RIPH) 2017 kepada 81 importir dengan luas wajib tanam seluas 8.335 hektare dengan realisasi tanam seluas 2.438 hektare.

BACA JUGA: Kementan: Penghasilan Petani Bawang Putih Lebih Besar dari Pejabat Kementerian

BACA JUGA: Jurus Kementan Capai Swasembada Bawang Putih Lagi

“Selanjutnya, RIPH 2018 diterbitkan kepada 82 importir dengan luas wajib tanam seluas 7.884 hektare, realisasi tanam seluas 2.892 hektare,” sebut Yasid di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (30/5).

Yasid menambahkan, hingga 29 Mei 2019, RIPH 2019 telah diterbitkan bagi 30 importir dengan luas wajib tanam seluas 3.215 hektare, realisasi tanam seluas 867 hektare.

BACA JUGA: Kementan Dorong Sumbawa Ekspor Lebih Banyak Komoditas Unggulan

Selain kebijakan tersebut, uji coba penanaman bawang putih di dataran rendah dan menengah juga dilakukan.

Hal ini dilakukan agar target penanaman seluas 70.000 hingga 80.000 hektaree bisa terpenuhi.

Pasalnya, bawang putih selama ini hanya tumbuh subur di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Salah satu pakar bawang putih Sobir mengatakan, pihaknya telah menguji coba beberapa varietas bawang putih yang ditanam di dataran rendah dan menengah. Hasilnya pun memuaskan.

"Seperti lumbu putih itu juga sebenarnya juga cocok di dataran rendah. Di Kulon Progo pernah dicoba. Lumbu kuning cocok untuk dataran menengah," beber Sobir.

Lulusan Institut Pertanian Bogor (ITB) itu menambahkan, tugas Kementan ke depan adalah menyeleksi lumbu putih dan kuning yang cocok untuk dataran menengah dan rendah.

"Saya lebih cenderung di dataran menengah. Sebab, kalau di dataran rendah nanti rebutan lahan padi, takutnya petani semua beralih ke bawang putih karena secara ekonomi bawang putih jauh lebih menguntungkan dibanding padi," tandas Sobir. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia - Thailand Sepakat Rajut Kembali Pembentukan Organisasi Antarpemerintah


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler