Daya Tahan Luar Biasa Sang Juara Qinghai Lake

Hari Ini Etape "Recovery"

Senin, 04 November 2013 – 18:26 WIB

jpnn.com - BANYUWANGI - Tiga bulan lalu pembalap Tabriz Petrochemical Mirsamad Poorseyedi Golakhour mati-matian bertarung di salah satu agenda UCI Asia Tour yang dikenal berat. Yakni, Tour of Qinghai Lake. Balapan 13 etape itu sarat siksaan tanjakan dengan kategori balapan level 2.HC (hors categorie).

Balapan tersebut benar-benar menyiksa. Tiga etape bertipe tanjakan maut, enam etape medium mountain, dan sisanya flat. Tak hanya tanjakan, balapan tersebut juga digelar di ketinggian yang ekstrim. Ketinggian maksimal balapan yang digelar di Provinsi Qinghai, Tiongkok, itu mencapai 4.100 meter di atas permukaan laut. Menang di etape ketiga, Poorseyedi mengenakan yellow jersey hingga akhir lomba.

BACA JUGA: Etape Terpanjang, 8 Pembalap Heat Stroke

Di etape kedua Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) kemarin (3/11), spirit yang sama diusung Poorseyedi. Pembalap 28 tahun itu awalnya terus berada dalam peloton. Begitu memasuki tanjakan kategori dua di kawasan perkebunan Kalibendo, dia menguntit di belakang Amir Zargari (RTS Santic) yang melancarkan attack.

Beberapa pembalap lain ikut bergabung. Salah satunya bekas pembalap pelatnas Tonton Susanto (Banyuwangi Road Cycling Community). Total ada sekitar 22 pembalap yang meninggalkan peloton hingga berselisih 3 menit.

BACA JUGA: Pelatih Roma Protes Gol Torino

Selesai dengan tanjakan kategori dua, para pembalap kembali menghadapi kategori tanjakan yang sama di kawasan Licin. Zargari yang bekas pembalap Pro Tour (Ag2r-La Mondiale) itu tetap menjadi yang terdepan dan meraih red jersey tanda raja tanjakan. Tapi, tenaga dia sudah mulai habis. Padahal, jalur menuju garis finis masih jauh mencapai 115 km.

Poorseyedi pun mengambil keuntungan. Dengan daya tahan tubuh dan kekuatan yang luar biasa, dia justru semakin cepat ketika yang lain kelelahan pasca tanjakan. Dia meninggalkan rekan-rekan sesama pelaku breakaway hingga berhasil solo finis.

BACA JUGA: Moggi Nilai Milan tak Layak Untuk Balotelli

Poorseyedi menyelesaikan etape kedua dalam waktu 4 jam 56 menit 48 detik. Dia berselisih 1 menit 4 detik dengan pembalap terdekat Masakazu Ito (Aisan Cycling Team). Dia mengaku gembira bisa merampungkan etape terpanjang di BTdI. Tantangan kali ini tak hanya panjang jalur tapi juga panas yang menyengat. "Saya benar-benar berbahagia. Ini luar biasa," katanya.

Di etape ketiga hari ini sepanjang 113,7 km (Jajag-Genteng) rute cenderung lebih ringan. Para pembalap akan melintasi jalur flat sepanjang 60 km. Setelah itu, mereka akan naik tanjakan kategori dua kemudian mengakhiri rute dengan rolling sampai finis.

"Tanjakan hari ini sebenarnya tidak terlalu berat. Biasa saja. Yang membuat berat karena jalurnya panjang dan sangat panas. Banyak tenaga yang sudah saya keluarkan hari ini," kata Zargari.

Karena itu, hari ini Zargari tidak akan terlalu agresif. Dia menganggap etape hari ini seperti etape "recovery" bagi dirinya. "Saya tidak akan terlalu memaksa besok (hari ini, Red.). Sebab, penentuan ada di etape keempat menuju Ijen. Itu etape penentuan saya akan mati-matian di sana," ungkapnya. (aga)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pebalap Jepang Juara Etape Ketiga Tour de Ijen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler