DBS dan Danamon Dinilai Langgar Etika Perbankan

Jumat, 20 April 2012 – 07:18 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasi mengatakan tidak dicantumkannya aksi korporasi dalam rencana bisnis bank (RBB) yang di lakukan Bank Danamon dan Bank DBS dinilai melanggar norma dan etika perbankan.

"Akuisisi Danamon oleh DBS tidak melanggar aturan perbankan, namun aksi tersebut melanggar norma dan etika yang selama ini dipatuhi oleh perbankan yaitu business plan mereka ke Bank Indonesia (BI) yang diajukan setiap akhir tahun,"ujar Achsanul di Jakarta, Kamis (19/4).

Menurutnya, Corporate action DBS terhadap Bank Danamon dengan menguasasi saham Asia Financial adalah langkah strategis DBS sebagai pemilik Danamon. Dimana, Asia Financial diuntungkan karena memberikan kontribusi positif terhadap Fullerton yang merupakan milik Temasek.

"Hal ini merupakan aksi internal yang saling menguntungkan sesama group Temasek,"ungkapnya.

Transaksi ini, sambungnya  memang belum terjadi dan mestinya bersifat rahasia, dengan bocornya aksi ini maka saham danamon meningkat 40 persen. Diharapkan BI berhati-hati dalamm  menyikapinya, yang mana izin akuisisi harus diteliti dengan baik.

"Apalagi aksi ini tidak dimasukkan dalam business plan mereka (baik DBS maupun Danamon), perubahan pemegang saham pengendali dari Fullerton ke DBS harus dilihat secara utuh,"jelasnya.

Ia mengingatkan Bank Danamon masih memiliki Dana obligasi Rekap dari Pemerintah sebesar Rp.32 Trilyun, sehingga bisa dikatakan bahwa Bank Danamon merupakan bagian dari investasi pemerintah dan rakyat Indonesia. "Seharusnya Temasek dan DBS juga tahu diri akan hal ini,"imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya mengakui lemahnya aturan perbankan di Indonesia memberikan peluang kepada pihak asing  seenaknya melecehkan otoritas keuangan Indonesia.

Seperti diketahui, BI mengaku aksi korporasi yang dilakukan DBS dan Danamon tidak dimasukan ke dalam RBB yang diserahkan kepada regulator. Atas dasar itu, BI hingga kini belum bisa menyetujui rencana pengambilalihan dan merjer Bank Danamon dengan DBS Group. (Naa/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Valbury Bidik Emisi Rp 1 Triliun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler