Dealer Motor Listrik Tak Mau Bersaing dengan PLN

Sabtu, 11 Maret 2023 – 17:10 WIB
Ketua Umum Asosiasi Dealer Motor Listrik Indonesia Indra Novint Noviansyah. Foto: Dokumen pribadi for JPNN.com.

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Dealer Motor Listrik Indonesia (Ademoli) Indra Novint Noviansyah menyatakan keberatannya atas rencana PT PLN menyediakan motor elektrik di tanah air. Terlebih lagi, PLN akan bersinergi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk menjual motor listrik setelah pemerintah menerbitkan kebijakan subsidi tentang kendaraan elektrik.

“Kami keberatan dengan gagasan ini,” kata Indra Novint Noviansyah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/3).

BACA JUGA: Ini Syarat Motor Listrik yang Ingin Mendapatkan Subsidi, Tak Sembarangan

PLN melalui siaran persnya menyatakan akan bersinergi dengan Himbara untuk mempermudah masyarakat mendapatkan motor listrik bersubsidi.

Rencana itu merupakan tindak lanjut atas pengumuman pemerintah tentang pemberian subsidi Rp 7 juta per satu unit motor listrik. Kebijakan subsidi itu berlaku efektif 20 Maret 2023.

BACA JUGA: Novint: Ademoli Siap Memenuhi Target Pemerintah untuk Penjualan Motor Listrik

Indra Novint Noviansyah mengatakan Ademoli tidak mungkin mampu bersaing dengan negara, apalagi PLN menggandeng Himbara dalam penyediaan motor listrik tersebut.

“Masa, kami yang pengusaha UMKM ini harus bersaing dengan negara?" tambah pria pemilik dealer motor listrik Smart By Indonesia ini.

BACA JUGA: Tok! Subsidi Motor Listrik Ditetapkan Rp 7 Juta, Berlaku Maret, Mobil Kapan?

Novint menyatakan bahwa pihaknya sudah rela harus puasa berjualan sejak isu subsidi motor listrik bergulir.

Penyebabnya ialah masyarakat menunggu momen realisasi subsidi dari negara terlebih dahulu, baru akan membeli motor listrik tersebut.

Menurut dia, penjualan motor listrik pun sepi selama kurang lebih enam bulan.

Ketua Umum Asosiasi Dealer Motor Listrik Indonesia Indra Novint Noviansyah. Foto: Dokumen pribadi for JPNN.com.

“Nah, giliran momen ini direalisasikan oleh negara, lalu kenapa jadi BUMN juga ikutan jualan? Ujug-ujug langsung dapat kuota di ujung, yang akhirnya kami tidak kebagian unit buat dijual. Ya, tegas kami keberatan,” pungkas Indra Novint Noviansyah. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler