Demi Gus Ipul-Anas, PDIP dan PKB Langsung Tancap Gas

Senin, 04 Desember 2017 – 00:53 WIB
Wagub Jatim Saifullah Yusuf dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam acara Pramuka di Banyuwangi. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - DPC PDI Perjuangan Surabaya menyiapkan 10 ribu regu penggerak pemilih (Guraklih) untuk menyosialisasikan pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas sebagai bakal cagub-cawagub Jatim.

Sedangkan DPC PKB Surabaya, melalui Laskar Saifullah Anas (LSA) mulai melakukan penguatan.

BACA JUGA: PDIP Juara, Golkar Nomor 2, Gerindra Ketiga

Ketua Badan Pemilu DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, Guraklih ini berisikan kader PDI Perjuangan hingga tingkat grass root.

Mereka ini nantinya bertanggung jawab untuk mengenalkan dan menyosialisasikan pasangan calon Gus Ipul-Mas Anas sebagai Calon Gubernur dan wakil Gubernur Jatim kepada warga masyarakat.

BACA JUGA: Sudirman Said Harus Tahu, Jateng Itu Kandang Banteng

“Mereka nanti akan ke rumah-rumah penduduk dan tempat kerumunan orang,” ujar Awi, sapan akrab Adi Sutarwijono saat dikonfirmasi, Minggu (3/12).

Selain sosialisasi, lanjutnya, para Guraklih juga mengajak warga Kota Surabaya untuk memilih pasangan Gus Ipul-Azwar Anas di bilik-bilik TPS dalam Pilkada yang diadakan tahun depan tersebut.

BACA JUGA: Ridho Terus Lobi PDIP, Mustafa Yakin Hanura Komit

Guraklih ini nantinya yang mencakup seluruh TPS, kelurahan dan kecamatan.

“Sekarang masih tahap pembentukan. Secara resminya baru Desember,” jelasnya.

Setelah itu barulah, kader di Guraklih dipertemukan kembali Gus Ipul dan Mas Anas di Kota Surabaya.

“Kami harapkan, dua calon pimpinan Jawa Timur itu akan memberikan semangat, motivasi dan gagasan kepada seluruh jajaran pemenangan PDIP Kota Surabaya,” tuturnya.

Menurut pria yang juga duduk sebagai anggota DPRD Surabaya tersebut, Guraklih ini juga akan menjelaskan hal-hal urgent yang berkaitan dengan hajat hidup rakyat Surabaya. Seperti komitmen untuk membebaskan biaya pendidikan tingkat SMA/SMK Negeri.

Dimana peralihan pengelolaan sekolah dari kabupaten/kota itu telah menghangat akhir-akhir ini. Banyak warga yang mengeluh bahwa akibat peralihan tersebut, sekolah tidak lagi gratis.

Diakui Awi, saat ini Gus Ipul-Mas Anas sedang mencari celah hukum guna mengembalikan pengelolaan SMA/SMK ke Pemkot Surabaya.

Sehingga dengan APBD yang besar, Pemerintah Kota Surabaya dapat mengalokasikan kembali anggaran untuk pembiayaan pendidikan gratis bagi siswa sekolah menengah.

“Para tenaga Guraklih bersama-sama struktur PDI Perjuangan yang menjangkau hingga tingkat RW bergerak di basis-basis TPS. Kami dari PDIP akan meyakinkan warga Kota Surabaya, bahwa hanya Gus Ipul-Azwar Anas yang layak dipilih dalam Pilkada Jawa Timur 2018, dengan alasan-alasan yang logis,” bebernya.

Tidak hanya itu saja, Awi menuturkan, seluruh anggota DPRD Kota Surabaya, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan Wali Kota Tri Rismaharini turut memperkuat kampanye pemenangan Gus Ipul-Azwar Anas.

Seperti diketahui, Bu Risma memiliki tingkat popularitas dan kepercayaan pemilih yang sangat tinggi.

Preferensi pilihan Bu Risma diyakini akan sangat mempengaruhi keterpilihan Gus Ipul-Azwar Anas dalam Pilkada Jawa Timur. Begitu pula dengan Wawali Whisnu Sakti Buana, yang juga punya akar politik kuat di Kota Surabaya.

“Mas Whisnu punya banyak komunitas binaan di kalangan anak muda dan ibu-ibu. Sementara, para anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP, sejauh ini terus merawat kepercayaan warga masyarakat di wilayah-wilayah daerah pemilihan. Mereka juga akan bergerak untuk memenangkan Gus Ipul-Azwar Anas,” urainya.

Terpisah, Ketua DPC PKB Surabaya Samsul Arifin mengaku terus ikhtiyar melakukan sosilisasi kepada seluruh lapisan masyarakat di kota pahlawan.

Meski belum bersifat resmi, namun sudah secara persuasif door to door serta group to group menyosialisasikan pasangan calon Gus Ipul-Anas.

“Sudah kita bentuk juga beberapa bulan lalu relawan. Salah satunya Laskar Saiful-Anas (LSA),” kata Samsul saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Hanya saja, relawan LSA ini memang belum diumumkan secara resmi. Tapi sudah terus bergerak melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jumlahnya cukup banyak, yakni 500-an kader.

“Itu yang boleh diketahui publik. Tapi ada juga yang tidak harus dipublish,” ungkapnya. Kapan waktunya, DPC PKB Surabaya masih menunggu waktu yang tepat untuk mendeklarasikan secara resmi.

Para relawan tersebut, lanjutnya, prinsip dasarnya adalah mengukur elektabilitas kedua jago PKB di Pilgub Jatim mendatang. Disamping juga melakukan penguatan di masyarakat.

Mereka sudah bergerak di banyak forum, seperti pengajian, diskusi dan komunitas yang ada di Surabaya. Ini untuk melihat seberapa tertanam di masyarakat mengenai pasangan Gus Ipul-Mas Anas.

“Kami memang belum memasang target apa yang harus diraih. Tapi pastinya melakukan penguatanterhadap pasangan calon Gus Ipul-Anas. Karena kan keduanya sudah cukup terkenal dan kini tinggal melakukan penguatan,” pungkasnya. (bae/rud)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kiprah Sudirman di Jateng Minim, Sulit untuk Kalahkan Ganjar


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler