Demi Kapal Selam Impian Ini, TNI AL Bakal Dapat Anggaran Lebih Besar

Senin, 28 September 2015 – 21:58 WIB
Ilustrasi kapal selam Kilo Class. Foto: hartawansatyanegara.blogspot

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengungkap rencana pemerintah membeli kapal selam kelas Kilo dari Rusia, patut didukung. 

Kilo adalah nama kelas yang diberikan NATO untuk kapal selam militer bertenaga diesel buatan Rusia. Menurut Sukamta, untuk mewujudkannya, DPR akan meloloskan anggaran tambahan TNI sebesar Rp 35 triliun.

BACA JUGA: Kasus Korupsi di Jambi: Mau Diperiksa, Bupati Ikut Lemhanas dan Ketua DPRD Sakit

"Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 14,5 triliun untuk TNI Angkatan Laut (AL). Ini nominal terbesar dibanding TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara," kata Sukamta, Senin (28/9).

Relatif besarnya alokasi anggaran untuk TNI AL lanjutnya, sesuai dengan geografis wilayah Indonesia. "Indonesia ini negara maritim. Sekitar 70 persen wilayahnya adalah laut. Jadi memang keamanan di laut harus juga diprioritaskan. Jadi semangatnya ini yang kita dukung, karena kita semua ingin memiliki kekuatan pertahanan di laut yang mumpuni dan disegani," tegas Sukamta.

BACA JUGA: Kepala BIN: Jujur Ya, Begitu Banyak Uang APBN untuk Papua...

Dia menjelaskan, kapal selam kelas Kilo dari Rusia ini paling canggih untuk saat ini. "Jadi ini pasti impian TNI AL untuk memilikinya. Sama seperti pesawat Sukhoi SU-35 yang jadi mimpinya TNI AU," tandas politikus PKS ini.

Memiliki alutsista canggih ujarnya, bisa menggentarkan negara-negara tetangga. "Jadi kita bisa disegani di lautan. Terlebih lagi kita sebentar lagi menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA)," tuturnya.

BACA JUGA: SADIS: Bersaksi di Sidang OC Kaligis, Gary Dikatain Begini

Belum lagi konflik Tiongkok Selatan, ujar Sukamta, telah jadi bom waktu sehingga pertahanan dan keamanan di laut menjadi mendesak untuk dipenuhi.

"Saya berharap pemerintah sudah berpikir matang dan cermat tentang rencana pembelian kapal selam kelas Kilo ini. Termasuk yang harus dipastikan adalah soal sizenya, apakah sesuai untuk wilayah laut Indonesia, terlalu besar atau tidak? Termasuk juga perawatannya. Perlu dipastikan juga suku cadangnya mudah," tegasnya.

Sukamta juga mengingatkan, jangan sampai membeli alutsista yang kurang cocok untuk kebutuhan pertahanan laut. "Jangan sampai seperti macan ompong, terlihat canggih menakutkan tapi tidak berguna," pungkas Sukamta.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasur Ini Bukti DPR Keras Kepala!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler