Demi Pembangunan Merata, Kementan Majukan Pertanian di Papua

Rabu, 21 November 2018 – 14:33 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan petani. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi untuk bisa menciptakan pembangunan yang mereta di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali di kawasan Papua dan Papua Barat.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengembangkan ekonomi lokal guna menyejahterakan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan peningkatan kedaulatan pangan lokal dan pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke.

BACA JUGA: Kementan Raih Penghargaan Ketahanan Pangan, FAO Apresiasi

Kementerian yang di bawah pimpinan Andi Amran Sulaiman ini juga mengembangkan industri komoditas ekonomi lokal, seperti sagu, ubi jalar, kopi, coklat, pala, buah merah, vanili dan merica, serta industri peternakan dari hulu ke hilir.

Kemudian, Kementan telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pengembangan padi, padi organik, jagung, kedelai, aneka kacang dan ibu, bawang merah, bawang putih, cabai, jeruk, tanaman perkebunan baik semusim (tebu dan nilam), maulun tanaman perkebunan tahunan (sagu, kelapa sawit, kelapa, karet, kopi dan kakao), serta Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

BACA JUGA: Amanat Presiden, Kementan Genjot Investasi Pertanian

“Dukungan pengembangan tanaman pangan dilakukan dalam bentuk budidaya komoditas, Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), Pengendalian Hama Terpadu (PHT), sertifikasi, distribusi Rice Milling Unit (RMU) serta peralatan pasca panen dan pengolahan lainnya,“ kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri di Jakarta, Rabu (21/11).

Dia menambahkan, di Papua telah mampu mengembangkan 28.305 hektare pertanaman dan mendistribusikan saprodi sejumlah 2.696 unit selama periode 2015-2018. Produksi padi dan kedelai meningkat masing-masing 54.376 ton dan 5.998 ton atau naik sebesar 23 persen dan 93 persen.

BACA JUGA: Program Mekanisasi Pertanian, Cegah Migrasi Profesi Petani

Lalu itu di Papua Barat, seluas 14.537 hektare pertanaman tanaman pangan telah dapat dikembangkan dan sejumlah 12.636 sarana dan prasarana telah didistribusikan pada periode 2015-2018. Peningkatan produksi padi sejumlah 2.517 ton atau 8,33 persen dan jagung sejumlah 1.954 ton atau 86,31 persen dapat dicapai pada periode tersebut.

"Untuk kegiatan pengembangan komoditas hortikultura dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor, Merauke, Kerrom, Lanny Jaya, Nabire, Tambraw dan Sorong. Dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018, Kementan telah berhasil mengintensifkan dan menambah luasan dari 235 hektare menjadi 1.048 hektare atau naik menjadi 1.283 hektare," sebut dia.

Kuntoro menambahkan pengembangan komoditas perkebunan pada periode tahun 2014 hingga 2018 dilaksanakan dengan rata-rata alokasi anggaran sebesar Rp 9,25 miliar dan rata-rata fisik volume seluas 1.420 hektare. Kinerja serapan pembangunan perkebunan di Provinsi Papua mencapai rata-rata 83,75 persen per tahun.

"Sedangkan kinerja capaian fisik mencapai 78,76 persen. Kinerja ini di tahun 2018 posisi Triwulan III," ucapnya.

Di tahun 2018 Kementan telah mengalokasikan anggaran kegiatan KRPL sebanyak Rp 115 miliar untuk 2.300 kelompok yang tersebar di 33 provinsi. Untuk Papua dan Papua Barat total alokasi angaran kegiatan ini sebesar Rp 8,65 miliar. Alokasi untuk Papua sebesar Rp 5,2 miliar ke 16 kabupaten, 104 kelompok.

"Sedangkan Papua Barat sebesar Rp 3,45 miliar untuk 12 kabupaten, 69 kelompok," tambah Kuntoro. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akademisi: Produksi bukan Faktor Tunggal Naiknya Harga Beras


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler