Demokratis dan Dinamis, Golkar Bikin Kader Partai Lain Terpikat

Minggu, 29 Mei 2022 – 19:31 WIB
Ilustrasi Golkar. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin tidak heran banyak politikus yang dikecewakan partainya memilih hengkang dan bergabung dengan Golkar.

Menurut dia ada beberapa alasan yang membuat partai beringin jadi tempat berlabuh politikus-politikus tersebut.

BACA JUGA: Berita Duka, Politikus Senior Golkar Fahmi Idris Meninggal Dunia

"Karena Golkar itu partai terbuka," kata Ujang saat dihubungi, Minggu (29/5).

Seperti diketahui, dua politikus Partai Demokrat baru-baru ini menyatakan bergabung dengan Golkar setelah kecewa tidak diangkat jadi ketua DPD oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.

BACA JUGA: KIB Manuver Cerdas Golkar Cs Membentuk Lanskap Politik 2024

Mereka adalah Bayu Airlangga, menantu eks Gubernur Jatim Soekarwo, dan politikus senior asal Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin.

Selain itu, Raja Dangdut Rhoma Irama juga kembali bergabung dengan Golkar setelah cukup lama meninggalkan partai tersebut.

BACA JUGA: Bayu Airlangga Beber Alasan Gabung Golkar Setelah Keluar dari Demokrat

Ujang menuturkan, dinamika di internal Golkar yang dinamis juga menjadi daya tarik partai yang identik dengan warna kuning tersebut.

Persaingan antar kader di tingkat daerah berlangsung sehat, minim intervensi pusat.

"Kalau di partai lain, seperti kerajaan, banyak ditentukan oleh ketumnya masing," kata Ujang lagi.

Ujang menambahkan di Golkar resistensinya juga kecil. "Mungkin lebih nyaman saja tuk berpolitik. Dan bisa jadi Partai Golkar membawa harapan yang baik bagi keduanya," katanya.

Ia menilai Golkar lebih akomodatif dan demokratis. "Jadi sesuatunya bisa dimusyawarahkan. Walaupun menang terkadang ketum tetap pegang kendali," tuturnya. (dil/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler