Dendam Kesumat Adik Kades Selok Awar Awar Berujung Pelemparan Batu

Senin, 02 November 2015 – 16:39 WIB
Ilustrasi. Foto: Gunawan Sutanto/Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA - Kepolisian masih terus mengamankan rumah aktivis antitambang di Desa Selok Awar Awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur. Ini menyusul insiden penyerangan rumah Hamid, Sabtu (31/11) lalu. 

"Ditakutkan ada simpatisan penambang (liar) yang melakukan aksi serupa maka kami lakukan pengamanan di rumah penggiat anti tambang," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan, Senin (2/11). 

BACA JUGA: Eks Politikus PDIP Dituntut Lima Tahun Tiga Bulan Penjara

Anton menjelaskan, insiden penyerangan itu belum bisa dipastikan sebuah teror atau bukan, karena masih harus dilakukan penyelidikan. Yang pasti, Anton menegaskan, ada upaya pelemparan batu terhadap rumah tersebut. 

Saat itu, lanjut dia, di rumah sang aktivis ada anggota Babinsa dan Babinkamtibmas yang berjaga. Ketika pelaku melempar, anggota yang berjaga melakukan pengejaran. Akhirnya, pelaku berhasil diringkus. "Ternyata pelaku adalah adiknya Pak Lurah atau Kades (Selok Awar Awar, Hariyono) itu sendiri berinisial AW," jelas Anton.

BACA JUGA: Nah Lo... Istana Mengadu soal Judi Bola, Begini Respon FIFA

Saat ini, kata dia, pelaku sudah diamankan dan diperiksa kepolisian setempat. Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Anton, pelaku mengaku dendam alias tak terima kakaknya yang kini menjadi tersangka kasus dugaan pertambang ilegal, penganiayaan Tosan dan pembunuhan Salim Kancil. "Akhirnya dia melempar rumah itu," katanya. (boy/jpnn)

BACA JUGA: Pemberian Pak Tjahjo, bikin Menteri Retno Tampak Kian Modis dan Bergairah

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waduh! Tahun Depan Tidak Ada Rekrutmen CPNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler