Deni dan Samad Duel Berdarah, Sama – sama Minta Ganti Rugi

Jumat, 26 Juli 2019 – 00:45 WIB
Deni (merah) dan Samad saat berada di Polsek Balikpapan Utara untuk dimediasi petugas. Foto: prokal

jpnn.com, BALIKPAPAN - Deni (36), Satia (34) dan Samad (42) terlibat perkelahian berdarah pada Rabu (24/7) pagi di rumahnya di Jalan Pattimura, Gang Reformasi RT 48, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Ketiganya yang masih ada hubungan keluarga itu terlibat perkelahian hebat, hingga harus berurusan dengan kepolisian.

BACA JUGA: Ular Piton Panjang 3,5 Meter Kerasan di Kolong Rumah Warga, Ngeri Banget

Bermula saat Deni yang tinggal di sebelah pondok milik Samad itu tengah menyiram tanaman kangkung di samping rumahnya. Tempat tanaman kangkung itu tak jauh dari akses menuju rumah Samad. Sehingga Samad marah, ketika Deni menyiram jalanan yang menuju rumahnya itu.

Samad yang usai membeli lombok dan tomat dari pasar ini pun memarahi Deni, lantaran tidak bisa lewat karena jalanan menjadi becek.

BACA JUGA: Enam Kali Tembakan, Tidak Ada yang Tertangkap

Tak terima, Deni pun menjelaskan perihal aktivitasnya itu yang dirasa tidak mengganggu jalan menuju rumah Samad.

BACA JUGA: Detik – detik Petugas JNE Berhasil Tangkap Buruan Polisi, Keren Bro!

BACA JUGA: Berarti Nova tak Tahu di Tempat Kerjanya Ada CCTV, Perbuatannya Terekam Jelas

“Saya siram air, ia bilang itu siram jalanan. Padahal itu bukan jalanan umum, itu jalan biasa. Cuma dia aja yang lewat. Nah, ia marah-marah, katanya jalanan becek gara-gara saya siram kangkung,” kata Deni.

Tak tega melihat Deni dimarahi Samad, istri Deni bernama Satia pun menegurnya dan berusaha mendamaikan.

Namun, Samad yang sudah telanjur emosi justru cekcok dengan Satia, tak lain merupakan adik kandungnya. Kata-kata kasar pun keluar, hingga akhirnya Deni dan Samad terlibat perkelahian.

“Habis itu dia marah, istri saya datang. Istri saya dibilangi anj*ng, saya sakit hati lah. Ia turun ambil kayu, saya dipukul dan kaki saya digigit. Untung ada Pakde di situ, jadi dipisahin,” ujar Deni didampingi sang istri di Polsek Balikpapan Utara.

Sementara itu, Samad yang tak terima datang ke Polsek Utara mengadukan hal ini. Pada saat yang sama, Deni pun melakukan hal yang sama. Keduanya pun dimediasi oleh petugas dan sepakat untuk damai. Hanya saja proses damai tidak mudah, keduanya mengajukan syarat. Yakni, penggantian rugi atas cedera yang dialami.

Samad mengaku dirinya mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Deni di bagian paha kanan dan badan serta kepalanya. Samad pun meminta Deni mengganti biaya perawatannya sebesar Rp 5 juta.

“Aku disiram air, dipukul, terus diteriakin maling pula. Makanya saya mau aja damai asal, ia ganti rugi biaya pengobatan. Saya tawarkan Rp 5 juta, tapi ya seikhlasnya aja berapa dia kasihnya,” ungkap Samad.

BACA JUGA: Dani Lihai Bersilat Lidah, Polisi Terpaksa Gunakan Jurus Terakhir

Senada, Deni juga mengaku mengalami luka pukul di kepala serta luka gigit di kaki kirinya. Deni pun mengajukan permintaan yang sama, yakni penggantian biaya pengobatan.

“Saya loh dipukul kepala saya pakai kayu, sampai kaki saya digigit. Nah, sampai berdarah begini. Ya, kalau dia minta ganti rugi, ya saya juga lah. Tapi saya maunya damai aja, saya di sini kerja cari uang dan sama-sama punya anak,” terang Samad.

Setelah melalui proses mediasi yang berlangsung lama, keduanya sepakat berdamai dan tidak mengulangi perbuatannya. “Ya, saya minta kalau terjadi kayak gini lagi, ya harus dipidanakan. Saya sih mau aja damai,” pungkas Samad. (yad/yud/k1/prokal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Umar Yusuf Tiba – tiba Masuk, Istri Rangga Langsung Teriak Histeris


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler