Denny Bantah Tampar Petugas Lapas

Selasa, 03 April 2012 – 16:51 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Denny Indrayana, membantah telah menganiaya petugas Lembaga Pemasyarkatan (Lapas) Kelas II A Pekanbaru, Riau, Senin (2/4) dini hari. Ia mengakui inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan memang sengaja tidak ada yang diberitahu, kecuali dikoordinasikan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). 

"Tidak benar kalau ada berita yang mengatakan saya memukuli, menampar petugas Lapas Pekanbaru. Sidak seperti ini  sudah pernah dilakukan di Medan, Tangerang, kemarin di Pekanbaru. Operasi sidak dilakukan setelah ada laporan perkembangan dari teman-teman BNN tentang kegiatan di Lapas itu," kata Denny di kantor Menkumham, Jakarta, Selasa (3/4).

Denny menjelaskan bahwa pada saat sidak dilakukan kamar Lapas digembok rapat. Kedatangannya tidak ada yang tahu. Namun saat menjalankan operasi, ia dikira melompati pagar halaman Lapas.

Saat tiba di depan pintu Lapas, Denny bercerita, butuh sekitar waktu lima menit petugas Lapas membukakan pintu. Sementara dirinya sudah memperkenalkan diri sebagai Wamenkumham.

Usai pintu dibuka, lanjut Denny, pihaknya bertanya mengapa pintu lama dibukan kepada petugas Lapas. Kata dia, petugas Lapas menjawab takut karena melihat para petugas BNN yang bersama Denny menggunakan senjata dan bertopeng. (awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BPK Temukan 12.612 Kasus Senilai Rp20,25 Triliun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler