Densus 88 Tangkap Terduga Rekan Pelaku Bom Bunuh Diri Poso

Senin, 10 Juni 2013 – 04:20 WIB
Seorang warga menunjukkan foto Faraouk terduga teroris di kompleks Perumahan Permata Sudiang Raya, Makassar, Sulsel, Minggu (9/6/2013). FOTO : MUHAMMAD IDHAM AMA/FAJAR/JPNN
MAKASSAR --- Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror menangkap seorang warga kompleks perumahan Permata Sudiang Raya, Makassar, Sulawesi Selatan. Ia bernama Fatih alias Umar Faruq, 25 tahun. Pria yang diketahui warga asal Bima ini diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris asal Poso.

Informasi yang dihimpun FAJAR (Jawa Pos Group) dari internal kepolisian menyebutkan jika pria yang akrab dipanggil Faruq teridentifikasi pernah melakukan komunikasi dengan korban bom bunuh diri di depan Mapolres Poso, satu pekan lalu. Dia diduga mengenal orang yang menjadi 'pengantin' dari aksi bom bunuh diri tersebut.

Polisi juga masih menyelidiki dugaan keterlibatan lain terhadap Faruq pada jaringan terorisme di Poso. Seorang perwira Polda Sulsel yang enggan disebutkan namanya mengatakan polisi mengidentifikasi dugaan peran calon 'pengantin' yang dilakoni oleh Faruq.

Hanya saja, kebenaran informasi itu masih perlu ditelusuri lebih dalam. Hingga siang kemarin, Faruq masih ditahan di ruang tahanan Polda Sulsel.

"Dia teridentifikasi pernah komunikasi dengan 'pengantin' yang ada di Poso, kemarin," jelas perwira Polda Sulsel ini, Minggu (9/10). 

Dia menambahkan, pasca bom bunuh diri yang terjadi di dengan Mapolres Poso, pekan lalu, polisi terus mengintai gerak-gerik Faruq. Hanya saja, kesempatan untuk menangkap Faruq setelah polisi memastikan target tangkapannya.

"Sudah satu minggu kita identifikasi. Setelah bom bunuh diri di Poso, polisi sudah membuntutinya," jelas dia.

Faruq merupakan imam mesjid Al Musabbihin yang berada di perumahan Permata Sudiang Raya, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya. Penangkapan Faruq oleh Densus 88 sangat rapi. Sebagian besar tetangga Faruq tidak mengetahui jika Faruq ditangkap oleh polisi.

Faruq ditangkap Sabtu 8 Juni, malam sekira pukul 20.00. Warga sempat curiga setelah menemukan sendal dan kopiah Farud tergeletak di jalanan. Warga setempat baru mengetahui jika Densus menangkap Faruq saat Densus melakukan penggerebekan di rumah itu saat pagi hari.

"Kita hanya lihat sendal dan kopiahnya dijalanan antara masjid dengan rumahnya. Perkiraannya, dia ditangkap saat baru meninggalkan masjid," jelas kepala RT 2 RW 24, Junaedi. (eka)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Produksi Beras Hanya 43 Persen

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler