Densus Tangkap Hacker Di Bandung

Jumat, 31 Agustus 2012 – 08:55 WIB
JAKARTA---Tim Detasemen Khusus 88 menangkap seseorang yang diduga berperan dalam pendanaan teroris. Tadi malam, pria bernama Mawan Kurniawan (MK) itu sudah berada di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. "Statusnya akan ditentukan dalam 7 x 24 jam , itu sesuai UU Terorisme," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar Kamis 30/08).

Korps Burung Hantu  menangkap MK di kantornya, Jalan Golf 3 B4-26, Arcamanik, Kota Bandung. Kantor tempatnya bekerja bernama Jagadata Informatika. Pria berusia 27 tahun ini mempunyai satu istri dan seorang anak perempuan. "Perannya masih didalami, tapi memang terkait cyber terorisme," kata Boy.

Informasi yang dihimpun koran ini MK diduga terkait dengan tersangka Rizki Gunawan yang ditangkap  Jakarta Mei lalu. Rizki, berhasil membobol sebuah situs multi level marketing (MLM), dan mendapatkan dana hampir senilai Rp5,937 miliar.

Uang miliaran rupiah itu digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan aksi terorisme, setelah sebelumya "dicuci" dengan cara dibelikan beberapa benda di Medan yang telah disita Juni lalu.

Aset-aset itu di antaranya adalah ruko tiga lantai di" Azam Square, satu unit rumah beralamat di jalan Karya Kasih, satu unit" rumah di Jalan Ekawarni no 4, dan satu ruko di Jalan Jenderal Sudirman.

Selain itu, satu mobil Daihatsu, satu Toyota Avanza, satu pickup Mitsubishi," satu motor Kawasaki Ninja, satu motor Yamaha Jupiter, satu Yamaha Vega,"" satu Honda Supra, dan dua Honda Vario. Juga ada perlatanan elektronik senilai Rp36 juta yang dibeli dari Hongkong melalui website.

Dengan dana itu Rizki diduga memberi dukungan pelatihan para militer di Poso senilai Rp667 juta bersama tersangka lain, Cahya Fitrianta yang telah ditangkap Mei lalu di Bandung.

Rizki menghacking situs MLM itu untuk mencari dana operasi teror bersama Dedy Irawan dan Andri Kurniawan alias Hendrik. Keduanya juga telah ditangkap Mei lalu. Nah, MK ini juga diduga terkait  aktivitas Rizki.

Saat melakukan penggeledahan, Densus menyita 2 laptop, 1 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), BPKP mobil, mobil sedan merk Nissan, 2 handphone, 3 rekening bank Mandiri, 1 flash disk dan 60 cd, dan 1 CPU. "Ini tidak terkait dengan teror di Solo," kata Boy.

Yang dimaksud teror  Solo adalah penembakan polisi di pos pengaman lebaran dan pelemparan bahan peledak yang terjadi 17 dan 19 Agustus lalu. Boy yang juga  mantan Kapolres Pasuruan Jawa Timur itu, menjelaskan teror terhadap pos polisi di Solo belum ada perkembangan. "Penyidik masih terus mendalami, juga ada tim dari BNPT yang ikut melakukan penyidikan secara bersama-sama," jelasnya.(rdl)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KY Kantongi Nama-nama Hakim Tipikor Nakal

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler