Depkeu Bantah Gadaikan Gelora Bung Karno

Rabu, 01 Juli 2009 – 11:16 WIB

JAKARTA -- Sehari setelah cawapres Prabowo Subianto memprotes kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebutnya telah menggadaikan Gelora Bung Karno sebagai jaminan penerbitan sukuk, Departemen Keuangan (Depkeu) langsung bereaksiDalam keterangan persnya, yang juga dimuat di website resmi Depkeu, Rabu (1/7), pemerintah menegaskan tidak akan menjual aset negara terkait penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk

BACA JUGA: JK-WIN Batal Kampanye di GBK

Gelora Bung Karno juga dinyatakan tidak berstatus digadaikan.

Dalam penjelasannya, Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Harry Z Soeratin menyebutkan bahwa di dalam UU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara diatur soal pemanfaatan aset negara (BMN/Barang Milik Negara) atau Aset SBSN sebagai underlying assets dalam transaksi Sukuk Negara
Ketentuan underlying assets itu sebagai berikut

BACA JUGA: Kubu SBY Ngotot Pelakunya Orang JK

Pertama, hanya hak manfaat atas aset SBSN yang dijual/disewakan kepada SPV yang dibentuk Pemerintah berdasarkan UU No
19 tahun 2008.

Kedua, tidak ada pemindahan hak kepemilikan (legal title) BMN

BACA JUGA: Prabowo Bintang Debat Cawapres

"Ketiga, tidak ada pengalihan fisik BMN, sehingga tidak mengganggu penyelenggaraan tugas kepemerintahan," ujar HarryKeempat, aset SBSN bukan sebagai jaminan (collateral)Saat jatuh tempo Sukuk Negara atau terjadi default, BMN tetap dikuasai Pemerintah berdasarkan purchase & sale undertaking agreement.

Lebih lanjut dijelaskan, kebijakan mengenai hal ini bukan diambil secara sepihak pemerintahKatanya, DPR juga memberikan persetujuan atas jumlah SBSN/Sukuk Negara yang diterbitkan, dan atas jumlah aset SBSN yang dipergunakan dalam penerbitan Sukuk Negara.

"Sebagai salah satu aset negara, Gelora Bung Karno sampai dengan saat ini dalam posisi tidak digadaikan, dijual, dan/atau dijaminkan dalam rangka apapun, apalagi dalam rangka penerbitan Sukuk Negara," tegas HarryKeterangan resmi Depkeu itu merespon pidato pidato politik Prabowo saat menggelar kampanye akbar di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (30/6)

"Saudara-saudara sekalian, Gelora Bung Karno  yang dibangun oleh pendiri bangsa yang juga presiden RI I, Soekarno, dengan bersusah payah, tempat kita bertemu iniUntuk saudara-saudara ketahui, tempat ini bukan lagi milik bangsa Indonesia, karena sudah digadaikan oleh pemerintah kepada asing," ujar Prabowo ketika ituKarena itu, lanjut Prabowo, sebelum Monumen Nasional (Monas) juga digadaikan, dia mengajak rakyat bangsa ini untuk segera melakukan perubahan dengan memilih pasangan capres yang telah melakukan kontrak politik dengan berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia(sam/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mega-Pro Janjikan Askes Rakyat pada 2012


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler