Depresi Ditinggal Istri Mati, Kakek Tewas Gantung Diri

Jumat, 18 April 2014 – 18:54 WIB

jpnn.com - PAYUNG SEKAKI - Diduga depresi lantaran ditinggal mati oleh istrinya sejak setahun yang lalu, seorang kakek bernama Abdul Aziz (63), warga Jalan Musyawarah, Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payungsekaki nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Kamis (17/4), sekitar pukul 16.00 WIB.

Informasi yang berhasil dirangkum Riau Pos (grup JPNN), korban kali pertama ditemukan Nur (52) dalam posisi tergantung di tali nilon berwarna hijau di dalam rumahnya, tepatnya di dekat pintu menuju dapur. Posisi Abdul Aziz dalam kondisi lehernya tergantung dan lututnya sedikit tertekuk hampir menyentuh lantai.

BACA JUGA: Sindikat Calo Akpol Libatkan Brigjen, Raup Rp1,8 M

Menurut keterangan saksi, sudah setahun lamanya saudaranya itu tinggal seorang diri di rumah setelah istrinya meninggal.

"Abang tinggal sendiri. Kalau istrinya sudah meninggal sekitar setahun yang lalu. Semenjak istrinya meninggal, abang sering murung dan bercerita bahwa kerap melihat bayang-bayang istrinya," kata Nur.

BACA JUGA: Tabrak Mobil, Hantam Separator Jalan, Pengendara Motor Tewas

Diceritakan Nur, bahwa kecurigaannya muncul setelah sejak pagi hari, dirinya tidak melihat korban keluar rumah. Karena penasaran, kemudian dia lalu mencoba memanggil dari luar, namun tidak ada jawaban.

Memiliki perasaan yang tidak enak, Nur lalu memberanikan diri untuk melihat ke dalam rumah melalui jendela. Sontak dia terkejut, ketika mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung.

BACA JUGA: Usut Kasus Foto Bugil Siswi SMU, Polisi Temui Guru

"Saya langsung teriak minta tolong, ketika melihat itu, sehingga warga ramai untuk memberikan pertolongan," ucapnya.

Dipaparkannya, abangnya tersebut dikaruniai tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Namun ketiga anak korban tidak menetap di Kota Pekanbaru. Semuanya berada di luar kota.

"Eko anak pertamanya tinggal di Rengat, sementara anak kedua Hendra tinggal di Tembilahan dan Dewi tinggal di Selat Panjang. Dan mereka sudah berkeluarga," papar Nur sembari terisak.

Mendapati hal tersebut, warga langsung menghubungi pihak kepolisian Payung Sekaki. Pihak kepolisian langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP, selanjutnya mengevakuasi jasad korban ke RSUD Arifin Achmad, untuk divisum.

Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki, Iptu Billy Gustiano Barman  menerangkan, sebelum dilakukan evakuasi, dari pantauannya di TKP korban tergantung di pintu dengan menggunakan tali jemuran dengan posisi kakinya sedikit tertekuk.

"Setelah kami berkoordinasi dengan pihak keluarga, mereka memastikan tidak meneruskan perkara ini untuk dilakukan penyelidikan, dan korban langsung diambil pihak keluarga setelah divisum untuk dimakamkan," kata Billy.(rp/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembunuh Bayaran Bantai Pasutri dengan Belati dan Setrum


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler