Deputi Asrorun Niam: Indeks Pembangunan Pemuda Naik

Jumat, 08 September 2023 – 21:14 WIB
Acara launching Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2022 oleh Kemenpora, Jumat (8/9/2023) yang dihadiri Menpora Dito Ariotedjo dan Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: Kemenpora.go.id

jpnn.com, JAKARTA - Kemenpora launching Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2022, Jumat (8/9/2023) bersama Menpora Dito Ariotedjo dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh menegaskan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) naik dua poin dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA: Menpora Dito Dianggap Kecolongan, Undang Ormas Terlarang di Rakornas Kepemudaan

Hal ini sangat menggembirakan mengingat adanya persentase ini menjadi modal yang sangat baik menuju program Indonesia Emas 2045.

“Alhamdulillah dengan kerja kolaboratif seluruh elemen, Indeks Pembangunan Pemuda naik dua point dari 53,33 menjadi 55,33. Hal ini patut disyukuri dan menjadi modal luar biasa untuk 

BACA JUGA: Menpora Dito Serukan Persahabatan ASEAN Seperti Cerita Bajak Laut Topi Jerami

Tentu ini harus disyukuri. Ini bisa jadi modal luar biasa mengoptimalkan bonus demografi dengan pemuda menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Niam.

Kemenpora sendiri dalam lima tahun terakhir bekerja keras untuk bisa menata kepemudaan yang sebelumnya tidak menjadi konsentrasi.

BACA JUGA: Menpora Dito: Gig Economy Menuntut Anak Muda ASEAN Bekerja Sekaligus Berwirausaha

Beberapa program seperti kesehatan reproduksi pemuda, isu pengasuhan perlindungan anak, pencegahan stunting, hukum perkawinan, dan juga financial planning gencar dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam kesehatan keluarga, dan menopang kenaikan IPP.

“Selama lima tahun terakhir, Kemenpora ikut serta memberikan intervensi kebijakan dengan mengadakan program pendidikan kepemimpinan pemuda dalam rumah tangga.” 

“Alhamdulillah, angka IPP sekarang bisa naik secara signifikan. Harapan saya, Bappenas dan Kemenkeu bisa terus bersinergi untuk program ini,” tambah pria kelahiran 31 Mei 1976 itu.

Tidak hanya itu, angka IPP domain lapangan dan kesempatan kerja juga meningkat. Tercatat sebelumnya di angka 40 sekarang naik menjadi 45.

Angka tersebut tidak terlepas dari gerak aktif Kemenpora melakukan pengembangan program kewirausahaan dengan kerja sama bersama Kemendikbud. 

Terbukti dalam lima tahun terakhir program bertajuk Wiramuda yang jalan di 38 kampus di Indonesia mampu mengokohkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda.

“Berkah dari kolaborasi seluruh pihak yang konsens ialah dalam pengembangan kewirausahaan pemuda. Kemenpora menginisiasi kuliah kewirausahaan pemuda dengan perguruan tinggi untuk setiap tahunnya, dan sudah berjalan lima tahun terakhir. Sinergi untuk mengokohkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda,” pungkas pria asal Nganjuk, Jawa Timur itu.

Launching IPP ini dilaksanakan bersamaan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pemuda dan Olahraga 2023. 

Dalam kesempatan ini, Kemenpora memberikan penghargaan kepada Provinsi DIY yang memperoleh IPP tertinggi.

Tidak hanya itu penghargaan juga diberikan kepada provinsi yang memiliki kenaikan IPP tertinggi dibanding tahun lalu seperti Papua, Lampung, Bangka Belitung, dan Banten.

Selain pemberian penghargaan, dalam acara tersebut juga dibuka dialog kepemudaan dan keolahragaan dengan dihadiri oleh Amir Yanto (panelis Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung), Asrorun Niam Sholeh (Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora), Surono (Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora),  hingga Ardy Daud (Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri).

Acara ini dihadiri oleh seluruh kepada dinas pemuda dan olahraga provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, pimpinan organisasi kepemudaan, pimpinan induk cabang olahraga, serta elemen pemangku kepentingan kepemudaan dan keolahragaan.(kemenpora/mcr16/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Naufal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler