Desa Energi Berdikari Cilacap Hadirkan Green Energy Bertenaga Surya dan Angin

Rabu, 06 Juli 2022 – 10:09 WIB
Sentuhan dari Pertamina RU IV Cilacap melalui program Desa Energi Berdikari membuat Desa Ujung Alang yang dulu terisolir dan gelap gulita di malam hari ini kini menjadi terang benderang. Foto: Dokumentasi Pertamina

jpnn.com, CILACAP - Desa Energi Berdikari Cilacap merupakan bagian dari Program Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam kerangka environmental, social & Governance (ESG).

Program berbasis CID (Community involvement development) yang dijalankan Pertamina RU IV Cilacap ini merupakan komitmen perusahaan pelat merah tersebut mengakselerasi transisi energi hijau (green energy) di Indonesia.

BACA JUGA: Negara Hadir! Pemerintah Bayar Kompensasi Rp 64,5 T, Perkuat Arus Kas Pertamina, Proteksi Daya Beli Masyarakat

Desa Energi Berdikari Cilacap bertujuan meningkatkan akses masyarakat di desa terpencil dan terisolasi terhadap energi yang ramah lingkungan, terjangkau dan berkelanjutan.

Program ini juga sekaligus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga lebih sejahtera.

BACA JUGA: Subsidi BBM Dinikmati Banyak Orang Kaya, Pertamina Upayakan Mekanisme Pendaftaran

Pengembangan Desa Energi Berdikari Cilacap memanfaatkan sumber energi surya dan angin yang tersedia sepanjang tahun di Desa Ujung Alang, Cilacap.

Melalui teknologi hybrid energy pole (HEOP), kedua sumber energi ini diolah menjadi listrik yang bisa menerangi rumah penduduk, sekolah dan berbagai aktivitas ekonomi warga.

BACA JUGA: Pertamina Buat Pendaftaran Via Website MyPertamina untuk Lindungi Hak Masyarakat Rentan

Desa Ujung Alang merupakan desa terisolasi dengan 80 persen penduduknya bekerja sebagai nelayan musiman dan buruh tambak.

Terbatasnya akses listrik, transportasi dan komunikasi membuat desa ini tertinggal dibanding desa lainnya.

Desa ini gelap gulita kala malam hari karena tidak tersedia listrik.

Teknologi Hybrid Energy Pole (HEOP) yang dikembangkan Pertamina RU IV Cilacap telah mengubah desa yang gelap gulita menjadi terang benderang. Warga desa bisa menikmati listrik bersih tanpa emisi.

Energi listrik bersumber dari 15 kincir angin dan 24 solar panel, penghasil energi yang ditampung di dalam storage penyimpanan daya.

Dari keseluruhan kincir dan solar panel dapat menghasilkan daya sebesar 16.200 WP (Watt Peak) yang disimpan di storage masing-masing dan dialirkan menggunakan kabel kepada 78 rumah tangga, 1 sekolah, 1 masjid dan 2 rumah produksi.

Tak hanya menghasilkan energi, teknologi ini mengurangi hingga 126,4 ton CO eq per tahun.

Inilah wujud komitmen Pertamina dalam mencegah perubahan iklim dan pemanasan global.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari menjelaskan pengembangan EBT dalam program Desa Berdikari Cilacap merupakan upaya Pertamina mengurangi jejak emisi dalam kerangka ESG.

“Pemanfaatan EBT merupakan komitmen Pertamina pada dunia untuk mengurangi emisi GRK sebesar 30 persen pada tahun 2030," ujar Heppy.

Dia mengatakan Pertamina menargetkan menargetkan peningkatan total kapasitas EBT menjadi 10,2 Gigawatt pada 2026.

Menurut Heppy, Pertamina memiliki Program Desa Energi Berdikari 2021 sebanyak 19 program, meliputi energi surya 10 program, energi microhydro 2 program, energi biodiesel 2 program dan energi biogas sebanyak 5 program.

Pada 2022, Pertamina melanjutkan program Desa Energi Berdikari sebanyak 40 program, terdiri energi surya 28 program, energi microhydro 2 program, energi biogas 6 program dan energi dari pengolahan sampah 4 program.

“Pertamina akan terus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari transisi energi menuju energi bersih sejalan dengan tren global,” tandas Heppy. (mrk/jpnn)

 

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler