Detik-detik Dada Pelaku Bom Indramayu Tertembus Peluru, Dor!

Senin, 16 Juli 2018 – 07:26 WIB
Bom Indramayu: Polisi mengamankan barang bukti di rumah kontrakan terduga teroris di Blok Pilangsari Desa Jatibarang Baru Kecamatan Jatibarang, Minggu (15/7). Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU/JPNN.com

jpnn.com, INDRAMAYU - Kasus bom panci Indramayu menunjukkan bahwa para teroris masih terus mengintai, siap meledakkan bom maut. Begini kronologis peristiwa Minggu (15/7) dini hari itu.

Sepeda motor matic itu datang dari arah Bunderan Mangga ke Bunderan Kijang. Tampak melaju pelan melewati Mapolres Indramayu. Suasana sepi. Tak banyak aktivitas. Minggu dini hari (15/7) sekitar pukul 02.35 WIB.

BACA JUGA: Jokowi Minta Aparat dan Masyarakat Bersinergi Pukul Teroris

Meski suasana tampak tenang, Galuh Rosita (26) dan Nurhasanah (26) justru tak tenang. Seperti mengincar sesuatu. Pasangan suami istri (pasutri) itu terus berputar di sekitar Mapolres Indramayu. Sesekali melihat ke arah markas polisi itu.

Gerak-gerik Galuh dan istrinya bikin Aipda Dudi Jauhari curiga. Sebagai komandan regu jaga di pos penjagaan Mapolres Indramayu, dia bertanggung jawab penuh malam itu. Seperti sudah firasat, ada sesuatu yang tak beres. Dudi pun bergegas menutup pintu pagar Mapolres Indramayu.

BACA JUGA: Polisi Baku Tembak dengan 3 OTK di Jalan Kaliurang Jogja

Dan, peristiwa itu terjadi juga. Galuh dan Nurhasanah tiba-tiba mematikan lampu motor. Tapi posisi mesin motor tetap dinyalakan. Tak disangka, keduanya melaju cepat dan menerobos masuk ke Mapolres Indramayu sekaligus mengejar anggota yang bertugas.

Tapi petugas tak kalah sigap. Langsung meladeni aksi Galuh dan Nurhasanah. Mereka mencoba mengepung dua terduga teroris itu.

BACA JUGA: Permintaan Jokowi Harus jadi Perhatian Serius Polri

Tembakan pun dilayangkan. Sebanyak 11 kali. Galuh dan Nurhasanah yang terdesak, mencoba kabur. Tapi tiba-tiba berbalik arah, lalu membuang satu buah panci ke arah pos penjagaan. Beruntung alat yang diduga bom itu tak meledak.

Galuh dan Nurhasanah sendiri kabur ke arah Bunderan Mangga. Pengejaran terus dilakukan. Galuh diketahui tertembus timah panas polisi di bagian dada hingga menembus punggung.

Hingga Minggu malam (15/7) sekitar pukul 22.00, ia masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Losarang Indramayu. Nurhasanah juga berhasil ditangkap.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengakui pihaknya meringkus Galuh dan Nurhasanah. Dengan demikian, total ada tujuh terduga teroris yang ditangkap di Indramayu. Selain pasutri itu, ada juga Rosyadi, Ahmad Syafei, Imam Baehaqi, Munawar, dan Mukadi.

“Semua diduga terkait Jaringan Ansarut Daulah (JAD) Haurgeulis, Indramayu,” terang Agung di Mapolres Indramayu, Minggu (15/7).

Untuk beberapa daerah di Jawa Barat, lanjut kapolda, pihaknya menangkap 25 orang. Lima di antaranya tewas ditembak. “Untuk yang Indramayu, pelaku G (Galuh) yang menyerang Mapolres Indramayu terluka dan kini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Losarang. Rencananya dibawa ke Jakarta," kata Agung.

Kapolda menegaskan, Galuh dan Nurhasanah akan melakukan penyerangan dengan sasaran anggota polisi yang ada di Mapolres Indramayu. Namun bom low explosive yang dirangkai di dalam panci itu tidak sempat meledak.

Dari hasil pemeriksaan, dalam panci tersebut berisi mesiu dan black powder. "Untuk pelaku N (Nurhasanah) kini masih dimintai keterangan untuk ditelusuri sejauh mana keterlibatannya dalam aksi teror tersebut. Semuanya juga masih terduga dan akan dimintai keterangan," terangnya. (kom)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jelang Asian Games, Gencarkan Operasi Tangkal Teroris


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler