Detik-detik KKB Paksa Pilot Keluar, Mengeluarkan Tembakan, Membakar Pesawat

Jumat, 08 Januari 2021 – 07:17 WIB
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal. Foto: Antara/Evarianus Supar

jpnn.com, JAYAPURA - Massa yang diduga ditunggangi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua membakar pesawat terbang nomor registrasi PK MAK.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III TNI Kolonel CZI Gusti Nyoman Suriastawa membenarkan kabar ada aksi pembakaran terhadap pesawat seri PK MAK sesuai yang diberitakan otoritas MAF (Mission Aviation Fellowship) di Nabire.

BACA JUGA: Helikopter Ditembak, Bocor, Polisi Curiga Ulah KKB Kalikopi

"Massa yang ditunggangi KKB (kelompok kriminal bersenjata) melakukan tindakan brutal. Kondisi ini diciptakan KKB untuk memberi rasa takut terhadap masyarakat," kata Suriastawa ketika dihubungi melalui telepon selularnya di Jayapura, Kamis (7/1).

Personel gabungan Polres Nabire bersama Polres Intan Jaya sudah menangani kasus pembakaran pesawat terbang nomor registrasi PK-MAX yang membawa penumpang di Bandara Pagamba, Distrik Biandoga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, oleh kelompok bersenjata.

BACA JUGA: Daerah Ini Jadi Pintu Masuk Senpi dan Amunisi untuk KKB

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi AM Kamal, di Jayapura, Kamis malam, mengatakan, pada sekitar pukul 09.00 WIT, pesawat MAF nomor registrasi PK-MAX yang dipiloti warga negara Amerika Serikat, Alex Luferchek, lepas landas dari Bandara Nabire membawa dua warga setempat tujuan Bandara Pagamba, di Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya.

Bandara tujuan ini adalah bandara perintis yang dikelola MAF.

BACA JUGA: Sidang Praperadilan Habib Rizieq, Polisi Bakal Hadirkan Saksi dan Ahli, Siapa Saja?

"Pukul 09.30 WIT pilot pesawat terbang MAF PK-MAX, Alex Luferchek, melaporkan via radio ke Kantor MAF bahwa pesawat terbang itu telah mendarat tiba di Bandara Pagamba secara baik," kata Kamal.

Selanjutnya, kata dia, pilot disuruh turun dari pesawat. Saat itu datang seseorang diduga anggota kelompok bersenjata yang berada di sekitar tempat pesawat terbang berhenti.

Orang diduga anggota KKB yang membawa senjata itu mengeluarkan tembakan ke udara sambil menyuruh pilot untuk merunduk.

"Atas kejadian itu pilot diamankan oleh para pendeta dan masyarakat ke Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya. Kemudian pesawat terbang itu dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata," ujarnya.

Kabid Humas mengatakan, pembakaran pesawat terbang Quest Kodiak milik MAF itu kemudian terdeteksi Badan SAR Nasional Pusat dan menyampaikan kepada Yayasan MAF di Nabire untuk mengecek pesawat terbang nomor registrasi PK-MAX yang dipiloti Luferchek.

Dijelaskan, pada pukul 06.00 WIT Kamis, 7 Januari 2021, satu helikopter telah lepas landas dari Bandar Udara Wamena dengan pilot Kapten Natan Fagerlie untuk memindahkan Luferchek dari Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga

Kamal mengatakan, polisi menerima laporan, berkoordinasi dengan pihak terkait, menyelidiki dan menyidik kasus itu.

"Kasus ini dalam penanganan Polres Nabire," ujarnya.

Ia mengatakan, Polres Nabire telah berkoordinasi dengan Polres Intan Jaya untuk ke lokasi kejadian yang berada di wilayah Polres Intan Jaya.

Namun upaya itu terkendala lokasi sebab hanya dapat dijangkau melalui jalur udara. Meski demikian, anggota akan sesegera menuju tempat kejadian. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler