Detik-detik Pasukan Khusus Itu Ambil Pisau Komando, Lantas…

Sabtu, 13 Mei 2017 – 07:50 WIB
Praka Yudha Prihartanto yang tewas dengan tubuh penuh luka. Foto: IMAM WAHYUDI /KEBUMEN EKSPRES/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memutuskan memanggil seluruh komandan pada matra TNI AU pasca insiden yang menewaskan Praka Yudha Prihartanto, pekan depan.

Dua hari lalu (11/5), salah seoarang anggota Batalyon Komando 464/Paskhas tersebut menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit TNI AU Lanud Abdurachman Saleh akibat luka pada bagian leher.

BACA JUGA: Anggota Pasukan Khusus Ini Mau Menikah Tunggu Adiknya Sukses

Hadi mengambil keputusan tersebut tidak lain guna mencegah insiden serupa yang dialami oleh Praka Yudha terulang. Dia tidak ingin hal itu kembali terjadi.

”Minggu depan para komandan saya panggil ke Jakarta untuk menerima pengarahan,” kata dia kepada Jawa Pos kemarin (12/5). Pengarahan tersebut tidak cepat dia lakukan lantaran dirinya masih menjalankan tugas di Belarusia.

BACA JUGA: Innalillahi, Prajurit Paskhas Diduga Tewas di Tangan Tiga Perwira Seniornya

Menurut Hadi, sampai saat ini penyelidikan insiden tersebut masih dilakukan oleh Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) .

Dia memastikan bahwa prajurit TNI AU yang terbukti melakukan tindakan melanggar hukum akan mendapat sanksi tegas.

BACA JUGA: Sesuai Perjanjian, Jadwal Penerbangan Di Bandara Halim Sudah Disesuaikan

”Bila terbukti melakukan tindakan melawan hukum,” jelasnya. Dia memastikan, hukuman yang diberikan sesuai dengan UU yang berlaku.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya pun menyampaikan hal serupa. Langkah ke depan yang akan diambil oleh TNI AU menyesuaikan hasil penyelidikan.

Dia belum bisa memberikan keterangan pasti mengenai penyebab tewasnya Praka Yudha. ”Menunggu hasil penyelidikan,” kata dia kemarin. Sesuai keterangan Hadi, penyelidikan tengah dilaksanakan oleh POMAU.

Berdasar keterangan yang sudah dihimpun oleh instansinya, insiden tewasnya Praka Yudha bermula ketika tiga orang perwira remaja Paskhas mendapat tugas dari atasannya, Kapten Pas NP.

Ketiga perwira remaja itu adalah Lettu MP, Letda AJ, dan Letda IH. Ketiganya mendapat tugas membina Praka Yudha lantaran tengah bermasalah.

”Ada masalah hutang piutang,” ungkap pria yang akrab dipanggil Jemi itu.

Sesuai arahan, tiga perwira remaja tersebut menjalankan tugas mereka. Namun, Praka Yudha selalu menjawab berbelit setiap kali ditanya soal uang yang membuat dirinya terjerat hutang.

”Akhirnya diberikan tindakan oleh perwira tersebut dengan dikunci di salah satu kamar di barak,” jelas Jemi. Mendapat sanksi itu, Praka Yudha lantas melarikan diri melalui kaca nako di kamar tersebut.

Tidak berselang lama, Praka Yudha kembali tertangkap dan diamankan oleh tiga perwira remaja yang membinanya. Dia diikat agar tidak kembali melarikan diri.

”Sekitar pukul 11.05 WIB, Praka Yudha meminta izin ke kamar mandi,” terang Jemi. Izin tersebut dipenuhi.

Dia diantar Letda AJ ke kamar mandi. Namun, setelah sepuluh menit di dalam kamar mandi Praka Yudha tidak kunjung keluar. Ketika ditanya dia menjawab tidak akan lama lagi di dalam kamar mandi.

Begitu ke luar kamar mandi, Praka Yudah berlari ke arah barak. Letda AJ yang nyaris tertabrak lantas mengejar. Begitu sampai di barak, yang bersangkutan langsung mengambil pisau komando.

Letda AJ lantas bertanya. ”Kamu mau nyerang saya?,” tiru Jemi. Mendengar pertanyaan tersebut, Praka Yudha menjawab bahwa dirinya hendak bunuh diri.

”Sambil menusukkan pisau komandonya dari sisi sebalah kanan (leher) sampai sebelah kiri,” beber dia.

Melihat kejadian itu, Letda AJ spontan teriak. Dia meminta tolong agar Praka Yudha segera dievakuasi. Praka Yudha lantas di bawa ke Rumah Sakit Lanud Abdurachman Saleh. Sayang, nyawanya tidak tertolong.

Sekitar pukul 11.28 WIB pihak rumah sakit menyatakan bahwa Praka Yudha sudah meninggal dunia.

”Saat ini komandan Korpaskhas sudah berada di lokasi untuk melihat dan mendengar langsung dari anak buahnya yang terlibat pembinaan tersebut,” jelas Jemi. (syn/)

Kronologi Tewasnya Praka Yudha Prihartanto (Versi Puspen TNI-AU)

Kamis (11/5)

- Lettu MP, Letda AJ, dan Letda IH mendapat tugas dari atasannya, Kapten Pas NP, untuk membina Praka Yudha yang terlibat utang piutang.

- Berbelit saat diinterogasi, Praka Yudha diberi tindakan dan dikunci di kamar barak.

- Praka Yudha melarikan diri lewat kaca nako.

- Kembali ditangkap, Praka Yudha diikat di tiang.

- Pukul 11.05, Praka Yudha minta izin ke kamar mandi.

- Keluar dari kamar mandi, Praka Yudha lari menuju barak dan mengambil pisau komando.

- Praka Yudha menusukkan pisau ke leher bagian kanan dan tembus ke kiri.

- Praka Yudha yang terluka parah dibawa ke RS Abdul Munir Lanud Abdulrachman Saleh.

- Pukul 11.45, Praka Yudha dinyatakan meninggal dunia.

Sumber: Puspen TNI-AU

Luka-Luka Praka Yudha

- Lebam di punggung

- Lebam di pantat

- Lebam di kaki

- Lebam di tangan

- Dua luka tusuk di leher

Berbagai sumber, diolah

BACA ARTIKEL LAINNYA... Setya Novanto Kagum Pada Reformasi TNI AU


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler