Detik – detik Polisi Tembak Betis Bibi, Dor! Roboh

Selasa, 27 November 2018 – 07:27 WIB
Bibi digiring anggota Reskrim Polsek Pintianak Timur ke Rumah Sakit Dokkes Anton Soedjarwo Pontianak untuk diberi pertolongan medis atas luka tembak di betisnya, Sabtu (24/11) sore. Foto: Polisi for RK

jpnn.com, PONTIANAK - Habibi alias Bibi, warga Jalan Tritura, Gang Angket Dalam, Tanjung Hilir, Pontianak Timur, susah berjalan setelah polisi menembak betis sebelah kirinya.

Pemuda berumur 23 tahun tersebut terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan saat hendak diringkus.

BACA JUGA: Dani Ditangkap Polisi

Ia ditangkap di daerah Perum III, Pontianak Timur, Sabtu (24/11), atas laporan tindak pidana pencurian motor yang dilakukannya di Jalan Tritura, Gang Haji Ashari, Tanjung Hilir, Pontianak Timur.

Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Suhar mengungkapkan, aksi terakhir Bibi mencuri motor yakni pada Jumat (23/11) pagi sekitar pukul 08.00 Wib. Atau sehari sebelum penangkapannya.

BACA JUGA: Pelaku Curanmor Bermodus Ngaku Polisi Melawan, Dor!

Kali ini, yang menjadi korbannya adalah seorang ibu rumah tangga, bernama Umi Khotiman, Warga Gang Haji Ashari, Tanjung Hilir, Pontianak Timur.

Pagi Jumat itu, perempuan 31 tahun tersebut baru saja pulang dari berbelanja. Namun ia lupa mencabut kunci motornya yang terparkir di halaman rumah.

BACA JUGA: Maling Angkut Motor Dikeluarkan Lewat Jendela

Belum begitu lama, korban sadar bahwa kunci motor tersebut masih nempel di kontak motor. Ia pun kemudian bergegas keluar rumah dengan maksud mau ambil kunci motor tersebut. "Namun saat keluar rumah, motor korban sudah tidak ada di halaman," kata Suhar.

Korban sempat mencoba mencari di sekitar rumahnya. Namun motor tersebut memang sudah raib. Ada salah satu warga yang melihat seorang laki-laki membawa kabur sepeda motor milik korban tersebut.

"Atas dasar itu, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke unit Reskrim Polsek Pontianak Timur," imbuhnya.

Anggota Unit Reskrim Polsek Pontianak Timur, langsung melakukan penyelidikan. Proses penyelidikan dimulai dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari warga, yang melihat pelaku membawa kabur motor korban.

Tak butuh waktu lama, hasil penyelidikan itu berbuah hasil. Orang yang dicurigai sebagi pelaku pencuri motor milik korban tersebut berhasil diketahui. "Keesokan harinya, sekitar jam dua tiga puluh, anggota Reskrim kita memperoleh informasi pelaku berada di Perum III," kata Suhar.

Dari petunjuk itu lanjut Suhar, anggotanya lantas begerak cepat menuju lokasi untuk meringkus pelaku. Namun, sepertinya pelaku sudah mengetahui gerak polisi yang mengejarnya. Saat anggota tiba di lokasi, benar saja, pelaku berusaha kabur dengan naik ojek online. Anggota pun kemudian terus melakukan pengejaran.

Saat disergap, pelaku melakukan perlawanan dan nekat melarikan diri. Anggota kemudian memberikan peringatan dengan menembak ke udara sebanyak tiga kali.

Tetapi, peringatan tersebut juga tak diindahkan pelaku. Karena perlawanan itu, akhirnya pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur ke arah kaki. Satu tembakan itu tepat mengenai betis kaki pelaku. Seketika pelaku roboh di tempat.

"Usai dilumpuhkan, kemudian pelaku dibawa ke Rumah Sakit Dokkes Anton Soedjarwo untuk diberi pertolongan medis," katanya.

Hasil interogasi singkat, kata Suhar, pelaku mengakui perbuatannya mencuri motor milik warga Gang Haji Ashari tersebut. Selain itu, Bibi juga terlibat dalam aksi pencurian motor pada 3 Oktober 2018, di Jalan Tritura, Gang H Ashari, dengan korbannya bernama Supriadi.

Atas perbuatan tersebut Bibi kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diancam Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. "Pelaku sudah kami tahan," tutup Suhar. (abd/ocs)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Beli Hadiah Motor untuk Istri, Eh Dicuri Orang


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler