Detik-Detik Truk Terguling dan Muatannya Menimpa Pemotor, Innalillahi

Senin, 11 Oktober 2021 – 02:50 WIB
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan yang tertimpa truk muatan tebu di jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Minggu (10/10). ANTARA/HO - Joko Purnomo

jpnn.com, TULUNGAGUNG - Seorang pemotor tewas di lokasi kejadian usai kecelakaan yang terjadi di jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (10/10) sekitar pukul 10.45 WIB.

Kecelakaan itu melibatkan empat kendaraan, yakni, sebuah mobil Taft warna hitam berpelat nomor AE 1496 SU, bus pariwisata, truk sarat muatan tebu dengan nopol AD 1396 PP, dan sepeda motor Honda Scoopy bernopol AG 3975 RCK yang dikendarai korban.

BACA JUGA: Dump Truk Terguling di Jalan Gatot Subroto, Ini Penyebabnya

"Kecelakaan ini terjadi karena truk berusaha menghindari bus yang melakukan pengereman mendadak di depannya," kata Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Tulungagung Iptu Dion Fitriyanto di lokasi kejadian.

Dia menjelaskan sopir truk bernama Arif Purwanto sudah berusaha melakukan pengereman.

BACA JUGA: Kasus Pemerkosaan Kakak Beradik di Luwu Timur, Bu Retno Soroti Perbedaan Hasil Visum

Namun, kendaraan bermuatan berat itu tidak bisa berhenti seketika sehingga oleng dan menyenggol pengendara motor Scoopy yang ada di depannya hingga terguling.

Akibatnya, pengendara motor Scoopy yang tertimpa muatan tebu, tewas. Ketika dievakuasi, pemotor tersebut dalam posisi tengkurap dan masih memakai helm.

BACA JUGA: Irjen Panca Putra: Terima Kasih Masyarakat Kota Pematang Siantar

Korban yang teridentifikasi sebagai warga Desa Batokan, Kecamatan Ngantru itu meninggal dengan luka parah di bagian kepala, pinggang, serta sebagian tangan dan kaki.

Peristiwa kecelakaan itu sempat membuat lalu lintas di jalan Pahlawan macet hingga dua jam.

Arif selaku sopir truk mengaku sempat mengerem, tetapi mobilnya tidak berhenti lantaran muatan yang berat. Setelah itu, dia membanting setir untuk menghindari benturan dengan bus di depannya.

"Sebenarnya sudah mengerem, tetapi enggak sampai (berhenti, red)," ucap Arif, sopir truk pengangkut tebu seberat 7 ton dari Kediri menuju Klaten, Jawa Tengah.

Pascakejadian, Arif Purwanto bersama kernetnya bernama Rizki dimintai keterangan oleh polisi untuk kepentingan penyidikan.

Berdasarkan penyelidikan sementara, kecelakaan beruntun itu diduga dipicu oleh mobil Taft yang bergerak dari arah utara ke selatan mendadak belok kiri atau ke timur.

Perubahan arah mobil Taft secara mendadak itu membuat bus pariwisata yang berada tepat di belakang melakukan pengereman mendadak guna menghindari tabrakan.

Bus memang selamat dari benturan dengan mobil Taft, sedangkan truk pengangkut tebu yang dikemudikan Arif gagal mengendalikan laju kendaraannya.

Polisi menduga muatan berat membuat pengereman tidak seketika menghentikan lanjut truk tersebut. Arif spontan membanting setir guna menghindari benturan dengan badan belakang bus.

Namun, upaya itu malah membuatnya menyenggol sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai korban sebelum akhirnya terguling.

"Truk dari belakang melakukan pengereman, tetapi tidak bisa berhenti, oleng ke kiri lalu menabrak sepeda motor dari belakang, terguling menimpa motor," tutur Iptu Dion. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler