Development Award untuk Federasi Sepak Bola Palestina

Rabu, 14 Januari 2009 – 06:18 WIB
SELAIN untuk kategori pemain terbaik, tiga penghargaan lain dalam FIFA World Player Gala 2008 kemarin (13/1) ialah Fair Play Award, The Presidential Award, serta Development Award.

Fair Play Award diserahkan kepada Federasi Sepak Bola Armenia dan TurkiHal itu seiring terselenggaranya laga kedua negara di ajang kualifikasi Piala Dunia 2010 grup 5 Zona Eropa pada 6 September 2008

BACA JUGA: Internal The Blues Bergolak

Laga di Stadion Hrazdan di Yerevan, ibu kota Armenia, tersebut dimenangi Turki dengan skor 2-0.

Terpenting, pertandingan tersebut berlangsung damai
Padahal, kedua negara tidak mempunyai hubungan diplomatik, dampak kasus pemusnahan etnis besar-besaran di Armenia oleh pasukan Turki pada Perang Dunia I

BACA JUGA: Marta Vieira da Silva, Pemain Wanita Terbaik Dunia 2008

Saat pertandingan, Presiden Armenia Serzh Sargsian dan Presiden Turki Abdulah Gul hadir langsung di stadion.

''Sepak bola tidak mengenal permusuhan
Buktinya, presiden Turki juga mengundang presiden Armenia untuk pertemuan kedua tim di Istanbul pada 14 Oktober 2009,'' kata Presiden UEFA Michel Platini seperti dilansir CNN.

Dua penghargaan lainnya adalah Development Award untuk Federasi Sepak Bola Palestina dan Presidential Award bagi sepak bola wanita, yang secara khusus ditujukan kepada timnas wanita AS yang sukses mempertahankan medali emas di Olimpiade Beijing 2008.

Bagi Palestina, award itu diharapkan bisa menjadi hiburan atas duka yang dialami karena perang dengan Israel

BACA JUGA: FIFA World Player, Pesta Selebriti Lapangan Hijau

Palestina meraih Development Award karena di tengah situasi dalam negeri yang carut-marut masih sempat membangun stadion baru bernama Al-Husseini di kawasan Al-Ram dekat Ramallah

Stadion itu diresmikan Presiden FIFA Sepp Blatter pada 26 Oktober 2008, ditandai dengan laga persahabatan antara tuan rumah melawan Jordania yang berakhir draw 1-1Itu menjadi laga internasional pertama bagi Palestina sejak menjadi anggota FIFA pada 1998Karena tidak punya stadion yang memadai, Palestina kerap mengadakan laga kandang di Jordania atau Qatar

''Kami berharap agar Palestina bisa segera bebas dari konflik dan memainkan sepak bola dengan aman dan lancar di negeri sendiri,'' ujar Blatter setelah memberikan award kepada kapten timnas Palestina Ahmad Kashkash(dns/ca)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ronaldo Rebut Semua Gelar Individu Terbaik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler