Kudeta Zimbabwe

Di Ambang Pemakzulan, Presiden dan Ibu Negara Dipecat Partai

Senin, 20 November 2017 – 09:59 WIB
Presiden Mugabe Robert Mugabe. Foto: AP

jpnn.com, HARARE - Presiden Zimbabwe Robert Mugabe boleh jadi bersumpah tidak ada yang bisa menurunkan dirinya, kecuali Tuhan. Tapi, partai yang selama ini mengusungnya, Zimbabwe African National Union-Patriotic Front (ZANU-PF), berpendapat lain.

ZANU-PF juga punya kuasa untuk mendepak pria 93 tahun itu dari kursi ketua partai. Bahkan berani mengultimatum Mugabe untuk mundur hari ini atau diturunkan secara paksa dari kursi presiden.

BACA JUGA: Demokrasi Berbulu Domba dan Para Diktator Zaman Now

Patrick Chinamasa, petinggi ZANU-PF, menegaskan bahwa Mugabe harus mundur dari jabatan presiden pada pukul 12.00 waktu setempat hari ini. Jika tidak, pemakzulannya akan dimulai.

Pernyataan politikus yang juga menjabat menteri keamanan siber, deteksi ancaman, dan mitigasi di pemerintahan tersebut dilontarkan kemarin (19/11), setelah ZANU-PF menggelar rapat dan memutuskan untuk mencopot Mugabe dari jabatan pemimpin partai.

BACA JUGA: Tiga Pilihan Presiden Mugabe: Penjara, Tetangga, atau Asia

Posisi Mugabe diisi Emmerson Mnangagwa, mantan wakil presiden yang dipecatnya Senin lalu (6/11). Pemecatan Mnangagwa itulah yang memicu kudeta militer.

Saat ketegangan terjadi, Mugabe berharap partai yang dirintisnya bersama Joshua Nkomo pada 1987 tersebut mendukungnya sampai akhir. Namun, kenyataannya tidak begitu.

BACA JUGA: Muak, Rakyat Usir Mugabe dari Zimbabwe

Jika Mugabe enggan turun jabatan, parlemen akan menggelar rapat pemakzulan dirinya besok (21/11).

”Hari ini menjadi momen kelahiran kembali negara kami dan dimulainya pembangunan,” ujar anggota partai Mike Madiro.

Sekitar 200 anggota komite pusat ZANU-PF langsung bernyanyi, menari, dan menyerukan nama Mnangagwa setelah pemungutan suara.

Mnangagwa, yang dijuluki Ngwenya alias Buaya, memang sudah lama digadang-gadang sebagai kandidat pengganti Mugabe. Tapi, secara mendadak Mugabe memecatnya demi memuluskan jalan sang istri, Grace Mugabe, untuk menggantikannya berkuasa.

Grace juga dikeluarkan dari partai dengan tudingan kerap melontarkan ujaran kebencian dan mengampanyekan perpecahan. Grace selama ini menjabat pemimpin liga perempuan di ZANU-PF.

Para pendukung Mugabe lainnya juga dicopot dari jabatan masing-masing satu per satu. Pemecatan itu membuat daya tawar Mugabe untuk tetap bertahan sebagai pemimpin Zimbabwe kian lemah.

Mugabe memang enggan turun dari kursi kekuasaan yang didudukinya selama 30 tahun ini meski seruan untuk mundur kian kencang. Dia kemarin menggelar pertemuan kedua dengan militer.

Belum ada hasil dari pertemuan tersebut. Namun, sumber internal menyebut pemimpin 93 tahun itu tetap berpendapat bahwa pengambilalihan kekuasaannya saat ini ilegal. Dia ingin tetap menjadi presiden hingga masa jabatannya berakhir tahun depan.

Bahkan, sang keponakan, Patrick Zhuwao mengatakan, Mugabe akan melakukan apa saja demi bertahan.

”Presiden (Mugabe, Red) bersedia mati membela prinsipnya. Dia bersedia mati demi membela konstitusi,” kata pria yang juga menjabat menteri perekonomian dan pemberdayaan pemuda serta pribumi itu.

Rencananya, pemilu tahun depan digelar sebelum Agustus. Mugabe yakin bahwa negara-negara di sekitarnya akan mendukung dirinya. Sayang, keyakinan itu terbantahkan.

Presiden Botswana Ian Khama menegaskan bahwa Mugabe sudah tidak punya dukungan diplomatik lagi dari negara-negara di sekitarnya.

Karena itu, Mugabe harus mundur secepatnya. Di pihak lain, Amerika Serikat (AS) menyatakan menunggu era baru di Zimbabwe pasca-Mugabe.

Meski mayoritas penduduk menginginkan Mugabe turun, rakyat juga merasa khawatir pemimpin selanjutnya tak ubahnya Mugabe. Saat ini tampak sekali bahwa militer mendukung penuh Mnangagwa. Mereka takut tidak bisa memilih pemimpin selanjutnya lewat demokrasi.

”Bahaya sesungguhnya dari situasi saat ini, setelah kandidat yang mereka pilih menjadi pemimpin, militer akan membuatnya tetap duduk di sana, tidak peduli apa yang diinginkan pemilik hak suara,” tegas mantan Menteri Pendidikan Zimbabwe David Coltart. (Reuters/The Guardian/BBC/CNN/sha/c11/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gila Shopping, Ibu Negara Habiskan Rp 35 M per Tahun


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler