Di Daerah Ini Pengaruh Kiai Ma’ruf di Bawah UAS

Sabtu, 25 Agustus 2018 – 00:22 WIB
Ustaz Abdul Somad. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Riau Andi Yusran memprediksi pasangan Jokowi –KH Ma'ruf Amin akan mengalami kekalahan di bumi Lancang Kuning itu. Alasannya lebih terkait keberadaan Partai Golkar yang ikut mengusung pasangan Jokowi – Ma’ruf.

"Ini dapat dilihat pada salah satu partai pendukung Jokowi, yaitu Golkar," kata Andi yang juga dosen S2 Ilmu Politik di Universitas Nasional Jakarta itu.

BACA JUGA: Agus G Jadi Mensos, Bagaimana Nasib Tim Pemenangan Jokowi

Dari hasil pengamatannya, banyak calon Golkar yang kalah pada pilkada serentak. Paling anyar pemilihan Gubernur Riau 2018 lalu. Arsyadjuliandi Rahman yang diusung Partai Golkar kalah telak.

"Sementara untuk partai pengusung PDIP itu stagnan. Karena pemilih mereka cenderung pemilih tradisional. PDIP memang tidak bisa terlalu mengangkat itu (di wilayah Riau, red)," jelasnya.

BACA JUGA: 5 Alasan Jokowi - Maruf Lebih Diunggulkan Pemilih Muslim

Hal lainnya, kata dia, pada awal reformasi ada Gerakan Riau Merdeka. Meski dinamai Gerakan Riau Merdeka, namun bukan bentuk pemecahan diri.

"Tapi bentuk protes kepada pemerintah pusat yang banyak menyedot sumber daya di Riau tapi yang berbalik tidak sebanding," ungkapnya.

BACA JUGA: Survei LSI: Pendukung Ustaz Abdul Somad Pilih Prabowo

Menurutnya, kurang puasnya masyarakat Riau terhadap kinerja pemerintah pusat hingga kini masih terasa. Seperti soal dana transfer pusat yang kurang ke daerah. Mahalnya harga kebutuhan pokok.

Ini mengakibatkan suara untuk mantan Gubernur DKI Jakarta itu diprediksi berkurang. "Salah satunya minyak yang berkurang, namun harga minyak tetap tinggi," ujarnya.

Begitu pula, masih ada hal lainnya yang dinilai bagus namun belum terasa dampaknya. Seperti pemerintah pusat berhasil mengambil alih pengelolaan Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Ini merupakan blok migas terbesar di Indonesia yang berada di Riau.

Meski berhasil diambil alih dan dikelola oleh BUMN, yaitu PT Pertamina, namun pengaruhnya kepada warga Riau belum terlihat. "Riau wilayah strategis yang merasakan dampak tenaga kerja asing. Saya rasa sisi negatif masih lebih mempengaruhi daripada positifnya," tuturnya.

Ada juga pembangunan jalan tol Pekanbaru - Dumai maupun jalan tol Pekanbaru - Sumbar. "Program-program Jokowi saat ini belum dirasakan oleh masyarakat Riau. Seperti pelabuhan di Dumai, Buton maupun di Kuala Enok sejauh ini belum ada progres apa-apa. Tol Dumai-Pekanbaru masih on going, dan tol Padang belum apa-apa. Jadi masyarakat Riau belum merasakan apa-apa," bebernya.

Walaupun berpasangan dengan Ma'ruf Amin, namun tampaknya tidak memberikan pengaruh apa-apa.

"Pengaruh Ma'aruf hampir tidak ada. Pertama karena provinsi Riau yang tidak sebesar di Jawa. Kedua karena faktor pengenalan Ma'aruf yang tidak begitu intens di sini. Tenggelam, tenggelam namanya di balik kemegahan UAS (Ustaz Abdul Somad). Pengaruh UAS di Riau sangat kuat," pungkasnya.

Sekadar informasi, pada Pilpres 2014 lalu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa unggul di Riau. Mereka meraih 1.349.338 suara. Sedangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla kalah. Mereka hanya mendapatkan 1.342.817 suara. (ica/JPC)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Elektabilitas Jokowi di Kalangan Muslim Ungguli Prabowo


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler