Di Facebook, Jokowi Kembali Ungkap Alasan Menaikkan BBM

Senin, 24 November 2014 – 10:20 WIB
Foto unggahan di akun facebook Ir H Joko Widodo. Foto: facebook

jpnn.com - JAKARTA - Perdebatan soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih ramai. Presiden Joko Widodo pun mengaku masih mengikuti semua perkembangan seputar dampak kebijakan yang membuat popularitasnya cenderung menurun.

Terakhir, lewat akun facebook-nya, Joko Widodo aka Jokowi kembali menyampaikan pesan bahwa kenaikan harga BBM sudah harus. Untuk menyederhanakan penjelasannya, presiden mengunggah sebuah foto yang menurutnya kaya pesan.

BACA JUGA: Lokasi Munas Golkar Masih Misterius

"Gambar ini saya dapatkan dari Media Sosial yang beredar di tengah perdebatan BBM, saya belum tahu siapa pertama yang mengunggah, namun gambar ini bagi saya adalah gambaran yang paling tepat untuk penyesuaian harga BBM dan bagaimana mengalihkannya," tulis Jokowi, Minggu (23/11).

Di gambar atau foto tersebut, terdapat 4 anak-anak beserta dua  yang lebih dewasa. Tertera sejenis caption atau keterangan gambar, "Kakak, jangan marah BBM naik, kami juga ingin punya sekolah bagus berdindinng tembok berlantai keramik, kami juga ingin punya perpustakaan yang bukunya lengakap. Terimakasih atas 'Dua Ribu' nya, Kak :-)

BACA JUGA: Potong Jalur Birokrasi, Jokowi Kumpulkan Gubernur di Bogor

"Perlu diketahui kita bukanlah penghasil BBM lagi, tak ada lagi sumber-sumber baru sumur minyak yang ditemukan, cadangan kita menipis, sementara untuk memenuhi kebutuhan BBM kita harus membeli dari luar negeri, kebijakan subsidi BBM adalah warisan kebijakan "Politik Logistik" yang di satu sisi menciptakan harga-harga murah namun tidak produktif," ungkap Jokowi.

Dia menambahkan, saat ini di sisi lain negara dibebani hutang yang amat besar. Hutang yang besar akan membebani anggaran negara di kemudian hari, sehingga anggaran tidak leluasa ditanamkan ke dalam hal-hal yang produktif, tapi habis untuk biaya belanja rutin dan membayar hutang baik bunga dan pokok hutang.

BACA JUGA: FPDI Perjuangan Ingin Kandaskan Interpelasi BBM

"Saya tidak ingin Indonesia terjebak dalam pola anggaran seperti itu. Keuangan kita harus berdaulat. Dengan keuangan yang berdaulat dan tidak terjebak hutang, kita bisa memperbaiki pendidikan anak-anak bangsa kita, memperbaiki kesehatan publik mulai dari Posyandu, Puskesmas sampai Rumah Sakit besar milik Negara," imbuhnya.

Menurut Jokowi, 'Politik Anggaran' pemerintahannya adalah sebagian besar kekayaan negara digunakan ke sektor-sektor produktif dan sektor pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan perhatian pada kesejahteraan keluarga. 

"Memang kenaikan harga BBM akan menaikkan harga-harga sehingga daya beli masyarakat menurun, tapi ini pengorbanan kita, daripada negara berhutang, lebih baik negara ini mulai belajar menjalani politik-ekonomi berdikari, dan ini dilakukan secara bertahap," sebut Presiden.

Terakhir Jokowi menjelaskan bahwa pendidikan murah, kesehatan murah, transportasi umum murah dan pelayanan publik yang serba cepat adalah tujuan bersama.

"Bila ini terjadi maka perekonomian tumbuh cepat, rakyat bisa tambah sejahtera tapi ini proses, dan bukan sesuatu yang tiba-tiba ada. Kita harus sabar menjalani," tutup Jokowi. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yuddy Chrisnandi: Calo PNS Tewak Wae


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler