Di Jabar, Bea Cukai Melakukan Asistensi Memperkuat Sinergi dengan Stakeholders 

Selasa, 27 Juli 2021 – 20:05 WIB
Meskipun di tengah pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid-19, Bea Cukai di wilayah Jabar menyiasati kegiatan kunjungan yang dikenal dengan customs visit customers (CVC) secara daring ke stakeholders. Foto/Ilustrasi: Bea Cukai.

jpnn.com, BANDUNG - Bea Cukai di wilayah Jawa Barat terus berupaya menjalin sinergi dengan para stakeholders meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang melanda. 

Selain menjalin hubungan baik, sinergi dilakukan untuk mengetahui proses bisnis, kendala yang terjadi di lapangan. 

BACA JUGA: Lewat CVC, Bea Cukai Terus Menggali Potensi Ekspor Daerah

Kemudian, memberikan informasi terkait kepabeanan dan cukai bagi para stakeholders.

Meskipun di tengah pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid-19, Bea Cukai di wilayah Jabar menyiasati kegiatan kunjungan yang dikenal dengan customs visit customers (CVC) secara daring.

BACA JUGA: Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal Miliaran Rupiah

Bea Cukai Wilayah Jabar bekerja sama dengan Bea Cukai Bekasi mengadakan kegiatan CVC dengan PT Delta Djakarta, Tbk. 

Perusahaan ini merupakan perusahaan bir yang menjadi salah satu kontributor penerimaan negara terbesar dari sektor cukai di Indonesia. 

BACA JUGA: Pegawai Kemenkeu Berikan Bantuan 100 Tabung Oksigen dan Regulator untuk Penanganan Pasien Covid-19

Perusahaan ini juga mendapatkan fasilitas prosedural berupa pembayaran cukai secara berkala.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jabar Saipullah Nasution mengungkapkan CVC ini bertujuan menjalin silaturahmi dengan pengguna jasa. 

Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga merupakan upaya optimalisasi penerimaan sekaligus wadah untuk berdiskusi. 

“Sekaligus memberikan bimbingan dan meningkatkan kepatuhan pengguna jasa,” ungkap Saipullah.

Dia mengungkapkan perusahaan dapat menyampaikan permasalahan dan kendala yang dialami, sekaligus mendapatkan solusi melalui diskusi yang ada, serta bisa menjalin komunikasi yang baik antara Bea Cukai dan stakeholders. 

“Terlihat optimisme penerimaan dari PT Delta Djakarta Tbk yang meningkat. Kami ingin mendengar bagaimana PT Delta Djakarta Tbk menyikapi keadaan di masa seperti ini, serta ingin melihat prognosa/prediksi beberapa bulan ke depan sehingga kami bisa memfasilitasi dan memberi dukungan maksimum untuk PT Delta Djakarta Tbk,” ujarnya. 

Sementara itu, Bea Cukai Bogor melakukan CVC dengan PT Indonesia Industri Perkasa (IIP). 

Perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan beragam produk cleaner (pembersih dan perawatan) untuk pemeliharaan gedung, rumah, perkantoran, apartemen dan sebagainya. 

Sebagai salah satu reksan cukai di wilayah Bea Cukai Bogor, PT IIP merupakan perusahaan penerima fasilitas pembebasan cukai dengan produk utama pengharum dan hand sanitizer.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Operasional PT IIP Lisnawati Rustandi mengungkapkan bahwa perusahaan sangat terbantu dengan fasilitas cukai. 

“Kami merasa sangat terbantu atas fasilitas yang telah diberikan Bea Cukai berupa pembebasan cukai etil alkohol,  karena dengan fasilitas tersebut kami dapat menekan biaya produksi sehingga produk kami dapat bersaing di pasaran,” ujar Lisnawati. 

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bogor Wahyu Setyono Widyobroto memberikan atensi kepada PT IIP dalam kegiatan kali ini. 

Menurutnya, sesuai dengan ketentuan undang-undang cukai, perusahaan penerima fasilitas harus memperhatikan beberapa hal, antara lain penyimpanan etil alkohol harus dipisah dengan tempat penyimpanan bahan baku lain, kewajiban pelaporan dan pembukuan harus dilaksanakan dengan tertib, tidak menyalahgunakan fasilitas pembebasan cukai, dan tidak memproduksi barang hasil akhir yang tidak tercantum dalam SKEP Pembebasan.

“Pelaporan LACK-4 harus dilakukan tepat waktu, yaitu maksimal tanggal 10 bulan berikutnya, jika terlambat melakukan pelaporan maka SKEP Pembebasan akan dicabut. Hal ini akan sangat merugikan perusahaan dan pastinya mengganggu cashflow perusahaan,” kata Wahyu. (*/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler