Di Jabar, DBD Merenggut 15 Nyawa, Dinas Kesehatan Tetapkan KLB

Selasa, 10 Maret 2020 – 00:58 WIB
Ilustrasi petugas melakukan pengasapan (fogging) untuk mengantisipasi wabah demam berdarah dengue (DBD). Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi

jpnn.com, BANDUNG - Sejak Januari hingga awal Maret 2020, sudah 15 warga Jawa Barat (Jabar) meninggal akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan, jumlah korban jiwa akibat DBD pada periode yang sama di tahun 2019 mencapai 49 orang.

BACA JUGA: Korban DBD di Daerah Ini Terus Berjatuhan, 13 Orang Meninggal

"Pada Januari 2019 terdapat 26 orang dan Februari 2019 sebanyak 23 orang. Kalau 2020, ada 15 orang meninggal periode Januari-awal Maret 2020," kata Berli, Senin (9/3).

Dia mengatakan, apabila dilihat dari jumlah kasus, korban jiwa akibat penyakit DBD saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

BACA JUGA: Sejak Januari 2020, 94 Orang Meninggal Dunia akibat DBD

Namun sesuai definisi operasional KLB (kejadian luar biasa), maka kasus DBD di tahun 2020 ini juga masuk kategori KLB, karena sudah ada yang meninggal dunia.

"Biar pun misalkan yang meninggal hanya satu orang, apalagi ini sudah 15 orang," kata dia.

BACA JUGA: Gibran bin Jokowi atau Achmad Purnomo di Pilkada Solo?

Menurut dia, jumlah total kematian se-Indonesia pada periode Januari-Februari 2020 tercatat 78 orang.

Untuk Provinsi Jabar, jumlah korban jiwa akibat penyakit DBD mencapai 15 orang menjadikan sebagai pada urutan pertama sebagai daerah yang paling banyak korban jiwanya akibat DBD.

"Hingga saat ini sudah ada 15 orang meninggal karena DBD dan kebanyakan itu di Kota Cirebon," kata dia. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler