Di Sini Harga Premium Rp 25 Ribu Per Liter!

Minggu, 20 September 2015 – 11:22 WIB
Ilustrasi. FOTO: dok/jpnn

jpnn.com - SUMENEP - Warga Kecamatan Arjasa dan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jatim sedang pusing bukan kepalang. Pasalnya, di pulau tersebut bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sedang langka. Bahkan, harga premium di Kangean sejak beberapa hari terakhir ini menyentuh harga yang bisa dibilang tak masuk akal: Rp 25 ribu per liter! 

Kondisi itu membuat warga di dua kecamatan tersebut kelimpungan. Tingginya harga bensin itu berpengaruh pada pengeluaran dan ekonomi warga. Padahal, harga premium di daratan masih berkisar Rp 8 ribu per liter. 

BACA JUGA: Ajak Teman saat Mesum Sama Pacar di Kompleks TNI AU, Ujung-ujungnya...

Mohammad Arifin, 32, salah seorang warga Kecamatan Arjasa, mengungkapkan, tingginya harga premium itu terjadi sejak tiga hari. Warga mulai sulit mendapatkan bensin. Sejumlah pedagang bensin mengaku kehabisan stok. Bahkan, stok di agen penyalur minyak dan solar (APMS) di pulau tersebut saat ini sudah kosong. 

Kelangkaan bensin itu berdampak pada aktivitas warga sehari-hari. Salah satunya, aktivitas pendidikan. Siswa yang semula naik motor atau angkutan umum saat berangkat ke sekolah kini terpaksa berjalan kaki. ''Kalaupun ada, harga bensin kini sangat mahal, yakni mencapai Rp 25 ribu per liter,'' tuturnya kemarin (19/9).

BACA JUGA: Setelah Rumah Sepatu, Jusuf Pengin Bangun Rumah Bentuk Pesawat

Mustari, tokoh masyarakat Arjasa, menduga kelangkaan premium tersebut terjadi karena permainan agen. Bahkan, dia menuding kondisi itu sengaja dibuat agar agen meraih keuntungan besar.

Menurut Mustari, premium yang dipasok PT Pertamina ke Pulau Kangean masuk melalui APMS. Lantas, ribuan liter BBM tersebut diborong pengusaha dalam jumlah besar. Bahkan, dia menduga stok bensin sengaja ditimbun. Setelah stok di pengecer habis, bensin itu akan dikeluarkan dan dijual dengan harga mahal.

BACA JUGA: Kisah Donjuan: Kaget Lihat Koleksi Video Istri Bak Pemain Film XXX Profesional dengan Para...

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Sumenep Mohamad Hanafi belum bisa dimintai keterangan. Sebelumnya, Sekkab Sumenep Hadi Soetarto menyebut bensin bukan tanggung jawab pemkab. Hal itu tanggung jawab PT Pertamina. (han/zul/c23/dwi) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bah! Ini Rumah atau Sepatu?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler