Di Tiongkok, Novanto Bicara Infrastruktur dan Program Jokowi

Jumat, 14 Oktober 2016 – 19:09 WIB
Sesi ke dua The CPC in Dialogue With the World 2016 di Chongqing, Tiongkok, Jumat (15/10). Foto: ist for JPNN

jpnn.com - CHONGQING - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto berbicara pada sesi kedua The CPC in Dialogue With the World 2016 di Chongqing, Tiongkok, Jumat (15/10). Pria yang akrab disapa Setnov itu mengangkat pentingnya peran partai politik dalam pembangunan ekonomi dunia. 

Dalam  pertemuan bersama dengan 50 partai dunia, Setnov menyampaikan pentingnya kerja sama dan pembangunan ekonomi dalam menumbuhkan kesejahteraan rakyat. Pembangunan ekonomi ditekankan pada pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA: Pecat Nusron Wahid dari PBNU, Sekarang!

"Saya menawarkan kerja sama dan dukungan dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini sejalan dengan program pemerintahan Jokowi yang sedang fokus dalam pembangunan ekonomi, khususnya bidang infrastruktur," ujarnya seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima redaksi.

Jika banyak infrastruktur yang dibangun, lanjutnya, maka diharapkan sentra ekonomi baru akan tumbuh. Pembangunan infrastruktur akan membuka daerah dari keterbelakangan atau yang terisolasi. Dan inilah awal dari bangkitnya perekonomian di daerah tersebut.

BACA JUGA: Habib Rizieq: Mari Nyanyikan Yel-Yel Terbaru Kita

Pemerintah Tiongkok menpunyai program besar, yaitu One Belt One Road atau OBOR. Program  yang melibatkan 65 negara, 4,4 milyar penduduk dunia dan 40% GDP dunia. 

Melalui program ini Tiongkok berkomitmen untuk membangun perekonomian, kerjasama budaya, hubungan orang per orang di negara- negara yang dilalui oleh jalur sutra. 

BACA JUGA: Pantau Demo, Kapolda dan Pangdam Boncengan Naik Trail

Golkar sebagai partai politik yang menjadi mitra Pemerintah, menyambut baik program  tersebut. 

"Penting bagi Indonesia dan Cina untuk membangun kemitraan strategis yang dapat memberikan kontribusi positif dalam hubungan kedua negara" terang dia.  

Golkar menyampaikan pesan agar tenaga kerja Indonesia dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur. "Jangan sampai tenaga yang unskilled dikirim ke sini dan akhirnya meminggirkan tenaga kerja di negeri sendiri. Walau bagaimanapun kita tetap harus memprioritaskan anak bangsa sendiri".

"Masuknya  investor dari cina, jangan sampai menganggu kepentingan nasional," lanjut Novanto. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dipimpin Ahok, DKI Kaya tapi Separoh Uangnya Menganggur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler