Di Yogyakarta, 4 PDP Corona Meninggal, Ini Data Lengkapnya

Minggu, 19 April 2020 – 19:54 WIB
Ilustrasi wabah virus corona. Foto: diambil dari Marca

jpnn.com, YOGYAKARTA - Empat pasien dalam pengawasan (PDP) Corona atau COVID-19 di Yogyakarta meninggal dunia saat masih menunggu hasil laboratorium.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih menyebutkan, empat pasien yang meninggal dunia itu berasal dari Kota Yogyakarta, Sleman, dan Gunung Kidul.

BACA JUGA: Duka dari Pulau Dewata

"Pasien yang nomor 3 (meninggal) tanggal 17 April yang lainnya tadi malam dan tadi pagi," kata dia, Minggu (19/4).

Menurut dia, pasien PDP yang meninggal dunia, pertama berjenis kelamin perempuan berusia 62 tahun (warga Kota Yogyakarta) memiliki riwayat stroke, pasien kedua berjenis kelamin laki-laki berusia 63 tahun (warga Sleman) tanpa laporan riwayat penyakit, pasien ketiga laki-laki berusia 64 tahun (warga Kota Yogyakarta) memiliki riwayat hipertensi, dan pasien keempat perempuan berusia 65 tahun (warga Gunungkidul) memiliki penyakit paru kronis.

BACA JUGA: Perawat Itu Meninggal Dunia, Pernah Kontak dengan Pasien Positif Corona

Sementara itu, untuk kasus pasien terkonfirmasi positif pada 19 April 2020 tidak ada laporan penambahan sehingga jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY masih berjumlah 67 kasus.

"Hari ini tanggal 19 April 2020 tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif," kata dia.

BACA JUGA: Komplotan Pelaku Gendam Akhirnya Ditangkap, Tiga Wanita, Tuh Tampangnya

Ia menyebutkan total orang dalam pemantauan (ODP) di DIY hingga Minggu (19/4) mencapai 3.692 orang.

Selanjutnya, total PDP yang sudah diperiksa terkait dengan COVID-19 (dengan tes swab) tercatat 648 orang.

Dari jumlah PDP tersebut, 349 orang di antaranya dinyatakan negatif corona, sembilan di antaranya meninggal, 67 orang positif di mana 27 orang di antaranya sembuh, dan tujuh meninggal, sedangkan yang masih menunggu hasil 232 orang dengan 14 di antaranya telah meninggal. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler