Dibacoki pakai Celurit, Slamet Riwansa tak Melawan, Rokok Masih di Tangan

Sabtu, 23 Februari 2019 – 05:30 WIB
Pelaku menyerahkan diri. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Sahri, 56, warga Jalan Mayjen Sungkono Gang 9, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, nekat membunuh tetangganya sendiri, Slamet Riwansa, 41, menggunakan celurit, Rabu (20/2).

Korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan kondisi luka di bagian kepala karena sabetan celurit.

BACA JUGA: Polisi Kejar Pelaku Penggeroyokan 3 Remaja di Bekasi

Kasus tersebut langsung terungkap karena pelaku menyerahkan diri ke Polsek Kedungkandang beberapa saat setelah melakukan aksi pembunuhan itu. Pelaku diantar saudaranya ke mapolsek sambil membawa celurit.

”Pelaku sakit hati dengan korban karena pelaku yakin, sapinya mati diracun oleh korban,” terang Kapolsek Kedungkandang Komisaris Polisi (Kompol) Suko Wahyudi.

BACA JUGA: Detik – detik Ratno Bunuh Cinta di Kamar Hotel, Sangat Keji, Sadis!

BACA: Janda Lulusan SMA Keruk Rp 639 Juta dari Pria yang Ngebet Pengin jadi Polisi

Polisi langsung mendatangi lokasi terjadinya pembunuhan yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumah korban. Benar saja, tubuh Slamet yang sudah tak bernyawa bersandar di samping tumpukan batu bata dengan kondisi bersimbah darah. Polisi langsung melakukan pengamanan TKP dan mengevakuasi tubuh korban ke RS Saiful Anwar (RSSA).

BACA JUGA: Pengakuan Edi Tebas Leher Istri Pakai Gerinda, Ngeri!

Di depan petugas, pelaku mengakui nekat membunuh korban gara-gara sapinya mendadak mati Sabtu lalu (9/2). Sahri curiga ada yang tak beres. Dia meminta bantuan dokter hewan untuk mengetahui penyebab hewan ternaknya yang tiba-tiba mati.

”Kata dokter, sapi saya mati diracun,” terangnya kepada petugas. Dari keterangan dokter hewan tersebut, kemungkinan racun tikus diberikan sehari sebelumnya Jumat (8/2).

Mendapati informasi tersebut, Sahri lantas mencari informasi tentang siapa yang telah meracuni hewan ternaknya. Termasuk bertanya kepada tetangga sekitar yang mungkin mengetahui ada orang yang mendekati kandang sapinya sehari sebelum sapinya mati.

Belum diketahui secara pasti bagaimana Sahri yakin bahwa Slamet yang mengontrak rumah tak jauh dari rumahnya itu yang meracuni ternaknya.

Dengan membawa celurit di tangan, Sahri lantas mencari Slamet yang kebetulan sedang memasok kayu bakar untuk membakar batu bata di lahan milik Haji Umar yang letaknya berada di belakang kontrakan korban.

Diduga, korban tak menyadari kedatangan pelaku bakal merenggut nyawanya. ”Melihat kondisi di TKP, tidak ada upaya perlawanan,” terang petugas yang enggan disebutkan namanya.

Pelaku diketahui langsung menyabetkan celurit ke arah wajah korban. Tak hanya itu, sabetan berikutnya diarahkan ke bagian belakang kepala korban hingga mengakibatkan korban meregang nyawa. ”Bahkan saat dievakuasi, tangan kanan korban masih menjepit rokoknya,” imbuhnya.

Kompol Suko menyatakan, pelaku bakal dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. ”Ancaman hukumannya kurang lebih 12 tahun, bahkan bisa seumur hidup, bergantung penetapan hakim nanti,” tandasnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian, diketahui rumah pelaku dan korban berhadap-hadapan, hanya dipisah jalan di Gang 9, Buring, Kedungkandang, Kota Malang. Slamet diketahui sebagai warga pendatang yang mengontrak di rumah tersebut. ”Aslinya warga Muharto,” ujar tetangga korban.

Sementara itu, sejumlah tetangga korban maupun tetangga pelaku masih tak percaya dengan peristiwa pembunuhan tersebut. Karena selama ini, mereka tak mendengar adanya konflik di antara korban dan pelaku. ”Sehari-hari ya biasa saja. Kalau ketemu ya saling menyapa,” ujar tetangga pelaku yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA: Ida Bagus Baruna Ditangkap saat Pesta Ultah Kekasihnya

Dia menyatakan, sehari-harinya, pekerjaan Slamet bisa dibilang serabutan. Sering kali dia dimintai tolong mengangkut kayu bakar untuk pembakaran batu bata dengan menggunakan pikap milik Slamet.

”Ya, kirim-kirim kayu bakar untuk bakar batu bata,” sambungnya. Dia merinci, Slamet juga dikenal humoris dan siap membantu warga yang membutuhkan jasa angkut dengan mobil baknya.

Sementara itu, pelaku dikenal warga sekitar sebagai seorang peternak. Selain memelihara beberapa sapi dan kambing, Sahri juga bertani. ”Saya kok tidak pernah mendengar mereka ada masalah ya. Malah mereka sering bekerja bareng,” imbuhnya. (hqq/c2/nay)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejar Pembunuh Siswi SMK, Polisi Libatkan FBI


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler