Didesak soal Perlindungan Minoritas, Anies Beberkan Rekam Jejaknya Bantu Gereja di Jakarta

Kamis, 25 Januari 2024 – 17:15 WIB
Capres RI Anies Baswedan dalam acara Desak Anies di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2024). Foto: Timnas AMIN

jpnn.com, PURWOKERTO - Calon Presiden nomor urut 01 dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menghadiri acara Desak Anies di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (24/1)

Menjawab pertanyaan peserta bernama Antonius tentang tentang perlindungan terhadap minoritas dan kebinekaan, Anies mengungkapkan rekam jejaknya yang melindungi semua agama di Jakarta secara setara dan adil.

BACA JUGA: Ketua TPD Sumbar Yakin Pemilih Prabowo di 2019 Bakal Beralih ke Anies-Muhaimin

Termasuk rekam jejak mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) beberapa gereja di Jakarta yang puluhan tahun tidak mendapatkan izin.

“Kita bersyukur sekali negeri ini bineka. Bineka itu adalah karunia Tuhan. Negeri ini juga tunggal. Kita menjadi satu, menjadi Indonesia. Menyatu, persatuan itu hasil usaha kita. Kalau bhinnekanya itu karunia Tuhan. Tetapi kita bersatu atau tidak bersatu, itu usaha kita sendiri,” kata Anies.

BACA JUGA: Anies Makin Optimistis Setelah Tiba di Padang, Perubahan Tak Terbendung

Anies pun menyampaikan langkah-langkah merawat persatuan yang dilakukannya di Jakarta.

“Ketika di Jakarta, kami memimpin Jakarta dengan prinsip kesetaraan. Prinsip keadilan. Semua mendapatkan kesempatan yang sama. Agama apa pun juga. Supaya dapat hak yang sama,” kata Anies.

BACA JUGA: Ini Permintaan Anies kepada Rakyat Indonesia, Jadilah Pemilih Rasional

Contohnya, ujar dia, adalah pembangunan gereja bagi umat Katolik di Jakarta.

“Ada beberapa gereja di sana yang sudah hampir 40 tahun IMB (izin mendirikan bangunan)-nya tidak keluar. Diurus tidak pernah selesai dan tidak ada gubernur yang mau menyelesaikannya. Alhamdulillah di periode kami persoalan itu tuntas selesai dan IMB-nya keluar. Itu boleh dicek di Gereja Katolik di Jakarta. Apa prinsipnya? Prinsip kesetaraan,” ujar Anies.

Begitu juga dengan masjid. Ada masjid yang tidak keluar IMB-nya, karena lingkungannya mempersoalkan.

“Prinsip itu yang kami pegang, karena kami meyakini persatuan harus ditopang dengan rasa keadilan. Bhinneka tunggal ika itu bisa hidup jika ada keadilan. Tanpa keadilan tak ada persatuan. Bisakah kita bersatu dalam ketimpangan? Sulit. Bersatu dalam keadilan,” ujar Anies.

Prinsip yang kami bawa, kata dia, adalah menjaga keadilan. Begitu ada keadilan, maka bhinneka tunggal ika akan hidup berdampingan dengan baik.

Di sisi lain, ucap Anies, kalau kampanye biasanya berusaha memberi label pada lawan dan labelnya menakut-nakuti.

“Takut itu abstrak, kalau risiko itu bisa diukur. Jangan kita terbawa dengan orang-orang yang memberikan rasa takut yang tak beralasan. Ketika mengecek apakah besok, saya (Anies, red), berperilaku melindungi semua, maka lihatlah kemarin. Apakah kemarin saya melindungi semua. Jika kemarin melindungi semua, maka Anda bisa memprediksi dia akan melindungi semua,” pungkasnya. (jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : JPNN.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler