Didorong Pemuda ke Rel KA, Siswi Tewas Diseruduk Kereta

Senin, 04 Mei 2015 – 06:10 WIB

jpnn.com - MALANG - Nasib tragis dialami Alifia Fahma Pratiwi, 14. Siswi kelas VIII SMPN 7 Kota Malang tersebut meninggal dalam usia yang sangat muda karena tertabrak kereta api (KA) Gajayana jurusan Jakarta-Malang Kota. Muriati, 13, teman korban yang saat itu berada di lokasi, mengatakan bahwa tubuh Alifia terhantam KA karena didorong dua pemuda.

Awalnya, kemarin pagi (3/5) Muriati mengajak Alifia pergi. Keduanya berteman sejak kecil karena memang bertetangga di Mergosono IX-B, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Sukun. Alifia pun berpamitan ke kakeknya, Hari Purnomo. Selama ini dia memang tinggal bersama kakeknya. Alifia bilang ingin pergi ke Taman Wisata Rakyat. Karena lokasinya yang sangat jauh dari rumah, kakeknya tidak mengizinkan.

BACA JUGA: Kisah Preman Berilmu Kanuragan, Sadar karena Mantan Istri yang Baik Hati

Karena tak mendapat izin, Alifia tetap tinggal di rumah. Tapi, hal itu tidak berlangsung lama. Sebab, Muriati kemudian pamit pergi karena ingin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya di SMP Ma'arif, Jalan Janti. Alifia memilih ikut Muriati. Namun, dia pergi tanpa sepengetahuan kakek maupun ibunya. Saat hendak pergi ke sekolah itu, keduanya tidak melewati jalan umum. Mereka memilih jalan pintas di antara sawah-sawah.

Dalam perjalanan, Alifia berhenti karena ingin menikmati pemandangan. Namun, dia berhenti di tempat yang cukup berbahaya, yakni di dekat rel KA. Seperti umumnya remaja seumurannya di sana, Alifia dan Muriati pun berfoto-foto dulu. Saat itulah ada empat pemuda yang melintas. 

BACA JUGA: Tak Punya Buku Nikah kok Ngekos Satu Kamar, Tujuh Pasangan Diangkut

Para pemuda tersebut berhenti, lalu menyaksikan tingkah Muriati dan Alifia. Entah siapa dahulu yang memulai sehingga kemudian terjalin komunikasi yang berujung cekcok. Merasa lebih besar, Alifia maju untuk melindungi Muriati. Dia menghadapi dua di antara empat pemuda yang diduga sedang nyantri di sekitar wilayah Gadang tersebut. Kontak fisik terjadi. Tubuh Alifia kemudian didorong ke arah rel KA oleh salah seorang pemuda. 

Tepat pada saat bersamaan, melintas KA eksekutif Gajayana. Dengan kecepatan yang kencang KA tersebut menyerempet tubuh Alifia hingga terpelanting sekitar 5 meter dari lokasi. Seketika bagian belakang kepala, mulut, serta hidungnya mengeluarkan darah. Dua orang remaja tadi melarikan diri. Muriati pun berteriak. Kebetulan ada warga yang sedang mencari rumput mengetahuinya.

BACA JUGA: Inilah Suara Mantan Kombatan GAM

Warga tadi pun mengejar dua orang remaja itu. Namun, keduanya masuk ke pondok pesantren di sekitar Jalan Gadang XII. Warga menghubungi polisi dan pihak SAR yang berusaha menyelamatkan Alifia dengan membawanya ke Rumah Sakit Saiful Anwar. Namun, setiba di rumah sakit, Alifia sudah tidak lagi bernyawa. Dia tewas tanpa sempat mendapatkan perawatan medis.

Mulyadi, orang tua Muriati, mengatakan bahwa anaknya masih dimintai keterangan di Mapolresta Malang. "Di sana ditemani ibunya sekarang," katanya. (zuk/any)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gajah Betina Berulah, Warga Jadi Resah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler