Trend tidak mengkonsumsi gluten yang marak di kalangan atlet profesional maupun atlet rekreasi demi meningkatkan penampilan fisik mereka, ternyata tidak didukung bukti ilmiah.Sebuah studi yang dilakukan oleh kandidat PHD dari Universitas Tasmania  (UTAS), Dana Lis menemukan kalau 40 persen atlet profesional dan rekreasi menghindari makanan mengandung gluten. Namun peneliti yang berasal dari Launceston ini mengatakan hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung strategi para atlet ini. "Terutama untuk klaim yang menyatakan makanan non gluten dapat meningkatkan penampilan para atlet, itu harus benar-benar didasarkan pada hasil riset ilmiah, bukan hanya anekdot yang ditulis di internet," katanya. Peneliti utama, Dr Cecilia Shing mengatakan ada kemungkinan dampak samping yang terjadi jika seorang atlit terus melanjutkan diet bebas glutennya kecuali disarankan oleh dokter.  "Diet bebas gluten itu mahal, sering ada risiko kekurangan zat gizi mikro bahkan karena banyak makanan yang tidak difortifikasi, Diet ini dapat mempengaruhi asupan serat Anda. Sulit ini juga sulit dilakukan ketika Anda sedang bepergian," katanya.  Untuk menguji efek dari diet bebas gluten,  Dr Lis mengukur kinerja dan kesejahteraan sekelompok pengendara sepeda dan atlet triatlon. Para atlet makan diet khusus selama dua minggu tapi tidak diberitahu apakah itu termasuk gluten.  Ada indikasi awal bahwa menghindari gluten tidak meningkatkan kinerja. "Di antara percobaan pertama dan kedua, atau bahkan dalam proses pengenalan dan uji coba, kami tidak menemukan ada perbedaan signifikan dalam hal penampilan para atlit," katanya. Pelatih pribadi dan atlet Body builder Jesthony Ziemkiewicz meyakini melanjutkan diet bebas gluten akan mendorongnya untuk menjadi juara. Para atlit juga menjuga kerap menjual produk gizi kepada sesama rekan atletnya yang ingin menghindari kandungan protein dalam makanan berbahan dasar gandum seperti roti. "Saya memakan banyak produk bebas gluten, dan kebanyakan suplement yang saya konsumsi juga bebas gluten, dan tampaknya ini akan menjadi tren yang akan diikuti oleh banyak kalangan," Ziemkiewicz meyakini para atlet tetap tertarik untuk mendapatkan satu sendok makanan mengandung gluten.  "Ya, pasti, saya akan sangat tertarik," serunya.  "Saya akan menjadi orang pertama yang membaca jurnal penelitian yang keluar."  Hasil penelitian ini  akan dipresentasikan pada konferensi di Amerika Serikat tahun depan 

BACA JUGA: Tony Abbott Bertolak ke Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Presiden Baru Jokowi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelihara Kelinci di Queensland, Dipenjarakan 6 Bulan

Berita Terkait