Diet Mediterania Ternyata Bisa Mencegah Osteoporosis

Jumat, 18 Mei 2018 – 10:36 WIB
Diet. Ilustrasi. Foto IST

jpnn.com - Diet Mediterania adalah diet yang menggabungkan kebiasaan hidup sehat tradisional orang dari negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania.

Diet ini sangat menyehatkan, salah satu manfaatnya bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

BACA JUGA: Usia Hampir 60 Tahun, Bu Pamela Masih Seksi Bingits

Namun kini, penelitian telah menemukan bahwa diet Mediterania juga bisa mencegah osteoporosis.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada ENDO 2018, kongres tahunan American Society of Endocrinology, menunjukkan bahwa melakukan diet Mediterania bisa membantu melindungi wanita pascamenopause dari osteoporosis.

Penyakit ini menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh dan sering disebabkan oleh kekurangan kalsium dan vitamin D.

Diet Mediterania, yang menekankan makanan seperti buah-buahan, sayuran, ikan, alpukat, gandum utuh, daging merah, produk susu, yang kesemuanya kaya akan vitamin, serat dan asam lemak omega yang sehat.

Pola makan semacam ini membuat seseorang yang menjalani diet ini lebih mudah untuk menjaga berat badan yang sehat dan melindungi terhadap penyakit kardiovaskular serta membantu mempertahankan hilangnya massa otot dan kepadatan tulang.

Ini sangat penting bagi wanita pascamenopause, karena penurunan estrogen mempercepat hilangnya massa tulang pada wanita.

Di antara 103 wanita yang diteliti, para wanita yang mengikuti diet Mediterania, memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih tinggi di tulang belakang dan massa otot yang lebih besar.

"Kami menemukan bahwa diet Mediterania bisa menjadi strategi nonmedis yang berguna untuk pencegahan osteoporosis dan patah tulang pada wanita pascamenopause," kata peneliti utama studi tersebut, Thais Rasia Silva, Ph.D., seperti dilansir laman MSN, Kamis (17/5).

Jika Anda ingin menambahkan lebih banyak makanan Mediterania untuk diet Anda, mulailah dengan memasukkan kacang, biji-bijian, hasil bumi segar dan ikan di daftar belanjaan Anda.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler