Digitalisasi Bisnis Dongkrak Penjualan PT Dafam Property Indonesia

Selasa, 31 Agustus 2021 – 20:24 WIB
Ilustrasi. Foto: Dok DFAM

jpnn.com, SEMARANG - Pandemi Covid-19 telah berpengaruh terhadap banyak sektor, termasuk sektor properti. Para pelaku bisnis hampir di semua sektor tak punya pilihan lain, kecuali beradaptasi antara lain dengan mengadopsi digitalisasi.

Pada hari ini mungkin agak sulit bagi sebagian kita untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari tanpa keterlibatan teknologi digital.

BACA JUGA: Bayi Laki-Laki Dibuang di Pinggir Jalan, Iptu Bustani: Kami akan Terus Memburu Pelaku

Hampir semua sektor bisnis sudah mulai memanfaatkan era digital, mulai dari sektor pangan, komunikasi, energi, keuangan, kesehatan, sektor industri properti dan masih banyak lagi.

Bicara sektor industri properti, nampaknya sektor inipun tidak luput dengan disrupsi digital dewasa ini.

BACA JUGA: 2 Pembunuh Sopir Taksi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Dahulu untuk menjual properti para agen properti atau broker harus bersusah payah menyebarkan brosur dan menyelenggarakan berbagai event. Sekarang mereka hanya perlu beriklan di marketplace dan memanfaatkan media sosial.

Pemanfaatan era digital, terutama di masa pandemi seperti ini sangat memudahkan dan menguntungkan perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan penjualan unit properti, insight dari hasil media social dan testimoni dari konsumen langsung.

BACA JUGA: Digitalisasi Makin Pesat, Society 5.0 Harus Dipersiapkan

Peningkatan penjualan properti bisa dilakukan dengan beberapa strategi seperti memanfaatkan iklan media, social media marketing (Instagram, facebook, whatsapp, marketplace), website professional dan lainnya.

Masa PPKM yang diperpanjang tidak lantas membuat Dafamland pantang menyerah.

Dalam upaya pemanfaatan era digital, PT Dafam Maju Bersama yang merupakan entitas anak perusahan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM), telah menggunakan semua platform digital yang potensial, mulai dari pengelolaan website, social media, dan beberapa aplikasi telepon genggam dengan tujuan memudahkan akses komunikasi ke konsumen dan calon konsumen.

‘‘Perpanjangan PPKM darurat sangat memberikan hambatan bagi perusahaan dan menuntut perusahaan beradaptasi. Dengan diterapkannya digitalisasi sejak pertengahan tahun 2020 lalu, saat ini target penjualan kami mencapai 48 persen pada akhir kuartal I tahun 2021 ini. Akad jual beli yang sudah kami capai yaitu 57 unit,” ungkap Wijaya Dahlan Direktur Dafamland PT Dafam Property Indonesia Tbk.

Selama masa pandemi ini, dengan digiatkannya aktivitas digital marketing, memberikan efek peningkatan 21,54 persen jumlah pengunjung di website Dafamland, dari sebelumnya yang hanya 6.668 kunjungan, kini menjadi 8.104 netizen (26/08/21).

Selain website, kami juga melakukan penetrasi pada berbagai platform social media. Misal social media facebook, kami berhasil memperoleh kenaikan jangkauan hingga 225 persen dari periode sebelumnya.

Sebagai gambaran pada November 2020 hingga saat ini Dafamland telah menjangkau 460.000 target market yang telah ditetapkan.

Untuk Instagram Dafamland telah menjangkau 155.029 orang, dan dari 155 ribu jangkauan tersebut bukan merupakan follower Dafamland.
Tidak dipungkiri memang di masa sulit seperti sekarang ini, banyak sekali pengaruhnya pada sektor properti.

PPKM yang belum tahu sampai kapan akan berakhir tidak lantas membuat salah satu entitas anak perusahaan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) ini lesu dan menyerah.

BACA JUGA: Mencurigakan, Mobil Innova Tak Bertuan Diperiksa Polisi, Isinya Mengejutkan

Dafamland optimistis mampu meningkatkan penjualan dan insight media sosial di quartal ke empat ini.(dkk/jpnn)


Redaktur : Budi
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler