Dihadang Gerombolan Bertopeng, Bocah SMP Menghilang

Sabtu, 29 Juni 2013 – 00:58 WIB
JAYAPURA - Sebanyak lima pria bertopeng dilaporkan beraksi merampok lima pelajar yang sedang jalan-jalan tak jauh dari Gedung Rektorat Uncen, Perumnas III Waena, Jumat (28/6) sore. Alhasil mereka berhasil mendapatkan tas beserta ponsel yang ditinggalkan para korbannya yang ketakutan.

Namun sayang, seorang pelajar bernama Yosua yang merupakan warga Perumnas II Waena Heram Kota Jayapura itu dilaporkan hilang sejak kejadian itu. Sementara empat pelajar yang berhasil menyelamatkan diri itu antara lain: Benyamin Jerry Warisunusy, Sarah Heltreda Warinusi, Afandi dan Yusuf.

Menurut keterangan korban Benyamin saat melapor ke Mapolsek Abepura Kota, kejadian ini bermula ketika dirinya bersama empat pelajar lainnya itu sedang jalan-jalan sore dari Perumnas II menuju ke Rektorat Uncen Jayapura.
 
Kemudian ketika kelima pelajar itu hendak turun dari Rektorat Uncen yang di samping kanan dan kirinya banyak pepohonan tersebut, tiba-tiba kelima pelaku yang menggunakan topeng sambil membawa parang dari berbagai arah datang menghadang kelima korban.
 
Karena kaget dengan kedatangan kelima bertopeng itu, kelima pelajar itu langsung ketakutan dan berusaha lari untuk menyelamatkan diri. "Kami langsung berusaha kabur menyelamat diri ketika pelaku menghadang kami," kata korban Benyamin di Polsek Abepura Kota.

Saat itu,  korban Yusuf yang turut lari sempat ditendang oleh salah satu pelaku dan sempat terjatuh, dan pelaku menarik tas yang dibawa korban hingga terlepas, namun korban berhasil lari menyelamatkan diri. Tas warna merah hitam yang rampas pelaku itu berisi handphone China.
 
Setelah empat pelajar selamat dan sudah pulang ke rumahnya, korban Yosua ternyata belum pulang dan belum diketahui keberadaannya.
 
Dari pantauan Cenderawasih Pos, keluarga korban bersama anggota Polsek Abepura Kota yang dipimpin Kapolsek Kompol Decky Hursepuny tadi malam langsung melakukan penyisiran di sekitar TKP (tempat kejadian perkara), dengan menggunakan senter.
 
Mereka juga berteriak memanggil nama korban dengan keras. "Saya lari ke turun dengan sarah dan Yusuf,  Yosua dan Afandy lari ke hutan," kata Benyamin saat di TKP, tadi malam.
 
Benyamin mengatakan bahwa saat itu para pelaku lari ke arah dirinya sambil acungkan parang, sehingga dirinya dan teman-teman langsung kabur menyelamatkan diri. 
 
"Kami langsung ke TKP dan melakukan penyisiran di sekitar TKP untuk mengejar pelaku," kata Kapolsek Abepura Kota Kompol Decky Hursepuny  tadi malam.
 
Kapolsek mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum kembali tersebut bersama keluarga korban. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih berlangsung.

Sementara orang tua korban, Ronny Nian ditemui di TKP  tadi malam mengatakan bahwa anaknya Yosua belum pulang ke rumahnya sampai tadi malam. "Saya cari di sekitar ke TKP 4 kali putar tapi belum ketemukan anak saya," katanya.
 
Ronny mengatakan bahwa ia memang belum mencari anak kedua dari 4 bersaudara ini di rumah di teman-teman dan saudara,  karena memang informasinya anaknya tersebut belum ada alias belum pulang. "Saya ingin cari sampai ketemu dan berharap polisi membantu menemukan anak saya ini," harapnya dengan nada sedih. (bat/fud)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BNN Terus Uber Jaringan Kurir Narkoba

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler