Dihipnotis, Perhiasan Lenyap

Sabtu, 04 Mei 2013 – 10:53 WIB
KARAWANG-Salah seorang penumpang angkot jurusan Cikampek-Klari, Eet mengaku mengalami tindakan kriminal. Korban mengaku perhiasannya yang senilai jutaan rupiah hilang saat pulang dari Cikampek menuju rumahnya.

Dia mengaku dihipnotis saat berada dalam angkot tersebut. Pasalnya, saat perhiasannya hilang, tidak ada tindak kekerasan sama sekali dan dia baru tahu perhiasannya hilang saat turun dari mobil. "Saya enggak tahu bagaimana ini bisa terjadi. Tidak ada tindak kekerasan sama sekali. Tahu-tahu pas saya mau turun gelang saya hilang," kata Eet kepada Pasundan Ekspres (Grup JPNN), Jumat (3/5).

Korban yang berusia 45 tahun ini menceritakan, saat kejadian dia hendak pulang dari Cikampek menuju rumahnya di Purwasari. Saat itu, ada tiga penumpang laki-laki yang berada di dalam mobil bersamanya. Dia dengan salah satu penumpang tersebut sempat ada kontak, karena meminta untuk membuka kaca mobil.
"Ada tiga orang penumpang, laki-laki. Terus salah satunya meminta saya untuk membuka jendela sambil menepuk paha, katanya gerah. Udah cuma gitu aja," tuturnya.

Eet menduga, ketiga penumpang yang turun di sekitar Warungkebon, Desa Purwasari itu adalah kawanan pelaku pencurian tersebut. "Saya menduga mereka pelakunya. Waktu saya naik gelang saya masih ada. Pas di dalam mobil juga ada. Terus waktu saya mau turun, ternyata gelang sudah tidak ada. Tidak kerasa apa-apa pas diambilnya, luka juga tidak. Mungkin kena hipnotis atau apa saya tidak tahu," ujarnya.

Dengan peristiwa yang menimpa dirinya, kejadian tersebut harus dijadikan pelajaran. Jangan sampai terulang atau dialami oleh penumpang lain. Dia menyarankan pada pengguna jasa angkutan umum, untuk tidak menggunakan perhiasan ataupun barang mewah.

"Ini harus dijadikan pelajaran, jangan membawa atau menggunakan perhiasan atau barang mewah sendiri dalam angkutan umum, khawatir terjadi hal-hal seperti ni. Apalagi untuk perempuan, untuk lebih berhati-hati lagi karena rentan terjadinya tindak kriminal," ucapnya.

Dalam hal ini, yang terpenting adalah pihak kepolisian harus bisa mengantisipasi kejahatan dalam angkutan umum ini dan para pemilik angkutan umum harus bisa memberikan rasa aman bagi penumpangnya. "Pada pihak kepolisian untuk meningkatkan keamanan dalam angkutan umum, termasuk bagi pengusaha angkutan umum. Agar keamanan bisa ditingkatkan, sehingga penumpang merasa nyaman dan aman," pungkasnya.(nof/lsm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gadis Tuna Aksara Digerayangi Tetangga

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler