Dikaji, Ganjil Genap Diterapkan di Pelabuhan Penyeberangan Merak - Bakaheuni

Rabu, 08 Mei 2019 – 12:41 WIB
Kendaraan roda empat memadati Pelabuhan Merak-Bakauheni. Foto dok Humas ASDP

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah akan memberlakukan sistem ganjil genap di jalan tol rute mudik lebaran 2019. Skema ganjil genap ini tengah dipertimbangkan untuk diterapkan di pelabuhan penyeberangan Merak - Bakaheuni.

Hal ini muncul setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan studi tentang kecenderungan pemakai jasa penyeberangan Merak-Bakaheuni. Semenjak adanya akses Jalan Tol mulai dari Bakauheni-Kayu Agung menuju Terbanggi Besar, sebagian besar para pemudik yang menuju sumatera memilih untuk menyeberang pada rentang waktu antara pukul 12.00 tengah malam hingga pukul 06.00 pagi.

BACA JUGA: Gelar Rakor Angkutan Lebaran di Jateng, ini Strategi yang Ditawarkan Menhub

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi mengungkapkan, dahulunya masyarakat agak takut melewati jalan Trans Sumatera di Provinsi Lampung karena isu keamanan. Namun dengan adanya akses jalan tol, semakin banyak yang memilih menyeberang pada malam hari.

“Tren ini kalau berlangsung pada puncak mudik. Antriannya bisa sangat panjang. 7 sampai 8 kilometer,” katanya seperti diberitakan Jawa Pos.

BACA JUGA: Mudik Lebaran 2019: Tol Trans Jawa 965 KM Siap Digunakan

Untuk itu kata Budi, perlu dicarikan solusi untuk memecah konsentrasi para pemudik ke Sumatera ini. Apalagi dengan kehadiran Jalan Tol Bakauheni-Kayu Agung yang sudah operasional ditambah ruas Kayu Agung-Terbanggi Besar yang dibuka secara fungsional.

BACA JUGA: Terungkap, Kelompok Solihin Rencanakan Aksi Teror saat People Power

BACA JUGA: Kemenhub Gelar Rapat Urai Kepadatan Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Meski demikian, Budi mengatakan opsi penerapan ganjil-genap di pelabuhan masih belum final. Budi menyatakan masih akan mematangkan skemanya dan nantinya harus disetujui oleh Menteri Perhubungan.

“Kalau disetujui, yang plat nomor ganjil menyeberang siang hari mulai jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Untuk plat nomor genap jam 6 sore sampai jam 6 pagi,” katanya.

Sejauh ini, kata Budi PT ASDP selaku operator masih belum tercatat melakukan penambahan armada kapal maupun jumlah dermaga. Baru ada peningkatan dermaga secara kualitatif menjadi dermaga premium. “Karena mungkin jika hari-hari operasi normal, non mudik, maka jumlah armada sudah mencukupi,” katanya.

Selain skema Ganjil Genap, Kemenhub juga mempertimbangkan untuk menonaktifkan operasional kapal penyeberangan dengan ukuran dibawah 5.000 Gross Ton (GT). “Waktu sandarnya sama, kecepatan menyeberangnya sama tapi daya angkutnya sedikit,” katanya.

Sementara di Jalan Tol, skema ganjil genap kata Budi diterapkan untuk membagi distribusi kendaraan yang masuk ke Jalan Tol. Menurut penelitian dari Litbang Kemenhub, hampir 40 persen masyarakat menyatakan akan lewat jalan tol saat periode mudik nanti.

Budi menyatakan pemerintah khawatir adanya penumpukan di jalan tol. Dengan menerapkan skema ganjil genap, diharapkan separuh arus akan masuk jalan tol, sementara separuhnya lagi akan melewati jalan arteri nasional. Sehingga UMKM yang sudah terbangun di sepanjang jalan arteri tidak lesu.

Sementara kebijakan one way juga menguntungkan karena Korlantas Polri telah berpengalaman memberlakukan one way pada mudik tahun 2018 lalu. Namun hal tersebut kata Budi sifatnya situasional. “Kalau diterapkan one way nanti mungkin dari Cikampek sampai Cirebon atau sampai Brebes Barat,” katanya.

Budi berharap pada minggu ini sudah keluar keputusan final soal skema ganjil genap atau satu arah. Yang penting menurutnya masyarakat segera bisa mengantisipasi.

Budi berjanji begitu keputusan sudah final, ia akan melakukan sosialisasi masif soal kebijakan yang diterapkan. “Pasti akan kami sampaikan skemanya gimana, ruasnya dimana saja, dan waktunya jam berapa saja,” jelasnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan memprediksi 28,9 persen penduduk Jabodetabek memilih mudik menggunakan mobil pribadi. Atau sekitar 4.300.346 jiwa. Dari jumlah tersebut diperkirakan 1.000.080 mobil bakal meramaikan arus mudik. Baik menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Tol Trans Jawa yang baru saja rampung tentu menarik perhatian pemudik. Balitbang Perhubungan mencatat, 399.962 mobil memilih melintasi tol yang memanjang dari DKI Jakarta hingga Pasuruan, Jatim itu.

Kemudian, 393.301 mobil lainnya memilih menggunakan jalur pantai utara (pantura) dan jalan alternatif. Ada juga sebanyak 84.830 kendaraan roda empat yang menempuh perjalanan melalui pantai selatan. Sedangkan, sisanya memilih jalur lintas tengah Jawa.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mewanti-wanti agar tetap berhati-hati. Khususnya, yang melintasi jalur baru Tol Trans Jawa. Kondisi jalan yang kaku membuat ban cepat panas dan aus. Sehingga, mengakibatkan potensi pecah ban lebih tinggi.

BACA JUGA: Delapan Terduga Teroris Mau Melakukan Bom Bunuh Diri pada 22 Mei

”Oleh sebab itu bagi pemudik yang lewat tol disarankan sebaiknya antara 2-3 jam perjalanan dapat beristirahat. Kendaraan juga perlu istirahat sejenak,” ucapnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Penambahan rest area di luar tol dekat gerbang lebih memungkinkan untuk mengantisipasi akan banyaknya pemudik yang ingin beristirahat. Rest area tersebut dapat difasilitasi oleh Pemda setempat. Keberadaan rest area di sepanjang tol tidak akan mampu memenuhi semua pemudik yang lewat tol.

Potensi transaksi pemudik selama Lebaran 2019 sebesar Rp 10,3 triliun untuk dibelanjakan di lokasi mudik. Dan, juga Rp 6 triliun untuk urusan transportasi.

Potensi belanja ini mesti dimanfaatkan oleh daerah-daerah yang dilalui Tol Trans-Jawa. Salah satunya dengan menyiapkan fasilitas area istirahat di kota/kabupaten tersebut.

Menurut Djoko, operator jalan tol harus menyiapkan sistem yang membuat pemudik tidak perlu membayar saat keluar-masuk di pintu Tol Trans-Jawa untuk istirahat di daerah tersebut. Hal ini penting untuk mendorong pemudik memanfaatkan daerah yang dilalui jalan tol sebagai tempat istirahat dan menghindari macet di dekat rest area. Potensi kemacetan betupa antrian kendaraan mau masuk rest area bisa saja terjadi.

”Makanya, pemudik juga perlu merencanakan pilihan daerah yang hendak dijadikan tempat istirahat saat mudik nanti,” ujar Djoko. (tau/han)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menhub Imbau Pemudik Jangan Pulang Tanggal 31 Mei


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler