Dikecam karena Rangkul FPI, Anies: Risiko Jadi Jembatan

Kamis, 05 Januari 2017 – 17:52 WIB
Anies Baswedan berbicara di acara diskusi transnasional FPI. Foto: Ist

jpnn.com - JPNN.com - Kunjungan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke markas FPI akhir pekan lalu menimbulkan beragam reaksi.

Ada yang mendukung, tetapi banyak juga yang kecewa dan menuduh Anies telah merobek tenun kebangsaan.

BACA JUGA: Anies-Sandi Bakal Lestarikan Pasar Malam

Mengenai respon negatif sebagian masyarakat itu, Anies menilainya sebagai risiko yang tak terhindarkan dari upayanya merangkul semua elemen masyarakat. Diapun menegaskan, sejak awal sudah siap menanggung risiko tersebut.

"Menjadi sebuah jembatan pastinya harus siap diinjak, tetapi yang jelas hasil akhirnya jelas yakni mencapai tujuan bersama," terang mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu dalam keterangan pers yang diterima JPNN, Kamis (5/1).

BACA JUGA: Persiapan Debat, Ahok Latihan Otot

Anies pun merasa telah membuktikan konsistensinya terhadap visi jembatan cinta yang selalu digembar-gemborkannya itu.

Selain menyapa masyarakat ibu kota, dia juga mengisi masa kampanye dengan menjalin silahturahmi ke beragam kalangan. Baik itu pendeta, ulama, habieb bahkan FPI sekalipun.

BACA JUGA: Artis Ini Ngefans Banget Sama Ahok Sejak Jadi Wagub

"Mereka semua adalah warga Jakarta, kita harus berhenti mengkotak-kotakan kelompok tertentu, karena Jakarta harus dibangun dengan bersama-sama," tambah Anies.

Langkah Anies untuk bersilahturahmi ke semua kalangan itu mendapat banyak apresiasi.

Salah satunya dari komika Pandji Pragiwaksono yang mengatakan Anies merupakan sosok pemimpin pemersatu.

"Jakarta butuh pemimpin yang pemersatu bukan pemecah belah," ucap Pandji. (*/rls)

BACA ARTIKEL LAINNYA... All-Out di 40 Hari Terakhir, Sandi Yakin Berbuah Manis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler