Dikeroyok Enam Orang, Warga Penukal Bersimbah Darah di Warung Kopi

Kamis, 04 April 2019 – 03:05 WIB
Yanto bersimbah darah dikeroyok enam orang pelaku. Foto: sumeks.co

jpnn.com, PALI - Yanto, 35, warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Sumatera Utara, sekarat setelah dikeroyok enam orang pelaku secara membabi buta, Rabu (3/4) sekitar pukul 07.50 WIB.

Peristiwa itu terjadi di Desa Persiapan Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Pengeroyokan itu berawal saat korban sedang duduk-duduk di salah satu pondok warung kopi milik warga setempat.

BACA JUGA: Buaya Sepanjang 4 Meter Hebohkan Warga Penukal Abab Lematang Ilir

Tiba-tiba datanglah enam orang pelaku mengendarai sepeda motor ke warung tersebut. Satu pelaku yang diketahui berinisial Rn (DPO), menghampiri korban dan terjadilah perbincangan. Setelah beberapa menit, pelaku Rn dan rekanya tersulut emosi.

Tak ayal, senjata tajam jenis golok dan pisau pinggang, yang memang telah dibawa oleh beberapa para pelaku langsung menghantam tubuh korban.

Sehingga korban bersimbah darah dengan luka bacok di bagian wajah, kepala dan pundak, serta luka tusuk di bagian pingang.

BACA JUGA: Warga Curup Dihabisi Sepulang Mengikuti Rapat di Balai Desa

Merasa terancam korban mencoba melarikan diri. Melihat korban sudah sempoyongan, keenam pelaku langsung menghidupkan sepeda motornya dan kabur menuju Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung ramai dan mendatanggi korban yang sudah terkapar di tanah dalam keadaan berlumuran darah. Korban pun langsung dibawa warga ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Talang Ubi.

BACA JUGA: Dua Pria Tewas di Kawasan Kampus, 4 Satpam Unimed Diamankan Polisi

Sementara, Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan mengatakan pihaknya kini telah mengantonggi nama-nama pelaku dan tengah memburu keenam pelaku tersebut.

“Identitas pelaku sudah kami ketahui, saat ini sedang mengejar semuanya. Motifnya sendiri para pelaku menanyakan kepada korban terkait adanya keluarga pelaku yang kehilangan sepeda motor. Buntut itu maka terjadilah kejadian itu,” terangnya.

Terpisah, korban Yanto mengaku bahwa pelaku yang membacok dan menusuknya hanya tiga orang. Sedangkan tiga orang lainya hanya melihat keadaan sekitar. “Tiga orang yang menyerang aku. Mereka menanyakan sepeda motor dan menuduh saya mengambil handphone keluarganya,” pungkasnya. (ebi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Gelar Rekonstruksi Pengeroyokan yang Menewaskan Brigadir Aliyas


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler