Dikritik PSI, Gerindra Langsung Klarifikasi Cuitan Fadli Zon

Sabtu, 31 Maret 2018 – 18:58 WIB
Fadli Zon. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) mengkritik Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon karena memuji Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyebutnya sebagai sosok pemimpin yang dibutuhkan Indonesia. Pasalnya, Putin adalah pemimpin otoriter yang jauh dari nilai-nilai demokrasi.

Rupayanya kritik itu cukup menyentil Gerindra. Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade buru-buru meluruskan pernyataan Fadli tersebut.

BACA JUGA: Konon Ada Tawaran Rp 15 T ke Prabowo agar Dampingi Jokowi

"Jadi kan bang Fadli itu komentarnya gini, bahwa bang Fadli komentar Putin pemimpin cerdas, berwibawa, gak banyak utang dan gak planga plongo. yang dimaksud beliau itu adalah itu sifat-sifat yang positif nya Putin," kata Andre saat dihubungi, Sabtu (31/3).

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan Wakil Ketua DPR itu bukan bermaksud melecehkan kepala negara. Namun, sifat positif Putin patut ditiru. Andre juga meminta publik dan pihak lain tak salah paham.

BACA JUGA: Tsamara PSI Geram, Sebut Fadli Zon Lecehkan Jokowi

"Jadi yang disebut beliau itu ini adah sifat-sifat positif yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Cerdas, berwibawa, visioner gitu. Bukan sifat-sifat negatifnya," tambahnya.

"Jangan sampai masyarakat punya pikiran miss persepsi, kan Bang Fadli menjelaskan secara detail itu, sifat-sifat positifnya, jangan digoreng sifat-sifat negatifnya kan jelas disitu," tambah dia.

Lebih lanjut, Andre juga menilai bahwa partai pimpinan Grace Natalie tersebut hanya mencari panggung semata. Apalagi tahun depan sudah memasuki tahun politik 2019.

"PSI kan pengen numpang tenar terus sama kita. Jadi kan dia tahu partai Gerindra ini Insyallah akan jadi partai pemenang Pemilu 2019 kan, jadi dia butuh percepatan untuk populer. Otomatis numpang tenar sama Gerindra. Sehingga kalo kita lihat dalam satu bulan ini PSI bisa naik, jadi cuma numpang tenar," tandas Andre.

Sebelumnya, cuitan Fadli mendapat kritik keras dari Ketua DPP PSI Tsamara Amany. Menurutnya, cuitan tersebut merendahkan Presiden Joko Widodo.

"PSI menganggap tweet tersebut melukai hati rakyat Indonesia yang mendukung Presiden Jokowi," kata Tsamara dalam keterangan pers yang diterima JPNN, Jumat (30/3).

Tsamara juga tidak terima karena Fadli Zon menyebut Indonesia butuh sosok pemimpin seperti Presiden Rusia Vladimir Putin. Pasalnya, mantan agen KGB yang sudah memimpin Rusia selama 18 tahun itu jauh dari nilai-nilai demokrasi.

Menurut penelitian Gallup International 2017, lanjut Tsamara, popularitas Putin hanya tinggi di Rusia dan negara-negara eks komunis, seperti Vietnam. Putin juga dinilai positif di negara-negara yang masih belajar berdemokrasi.

"Di negara-negara demokratis, popularitas Putin sangat rendah. Dia dikenal di dunia demokratis sebagai pemimpin diktator, fasis dan membiarkan korupsi terorganisir," beber Tsamara.

Atas dasar itu, Tsamara meminta Fadli Zon menahan diri untuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mempertajam konflik. Apalagi politikus Gerindra itu adalah pimpinan lembaga negara.

"PSI menilai sangat tidak layak seorang wakil ketua DPR mengeluarkan pernyataan yang sedemikian melecehkan terhadap kepala negara," pungkasnya. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Didukung PSI Jadi Cawapres Jokowi, Gus Yaqut Bilang Begini


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
PSI   Gerindra   Fadli Zon  

Terpopuler