Dikunjungi Wakil PM Malaysia, Presiden Jokowi Titip soal WNI

Selasa, 09 Oktober 2018 – 15:29 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Wan Azizah Wan Ismail dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10). Foto: M Fathra Nazrul/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Wan Azizah Wan Ismail di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10). Tujuan kunjungan Wan Azizah adalah memperkenalkan diri sekaligus membahas kerja sama RI dengan Malaysia.

Dalam pertemuan itu Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjid Effendi dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Retno usai pertemuan mengatakan, kedatangan Wan Azizah dalam rangka kunjungan perkenalan dengan Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Pembelaan Nusron Wahid untuk Pelafalan Alfatihah ala Jokowi

"Intinya adalah sebagai kunjungan perkenalan karena kapasitas beliau sebagai deputi PM. Jadi setelah Pak PM sudah berkunjung ke Indonesia dan deputi PM berkunjung ke Indonesia," kata Retno.

Diplomat senior itu menjelaskan, kedua kepala negara akan mengintensifkan komunikasi. Dengan begitu ketika terjadi masalah akan mudah menyelesaikannya.

BACA JUGA: Port Dickson

Selain itu, Presiden Jokowi juga punya pesan untuk Wan Azizah tentang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia. "Presiden menyampaikan lagi di setiap pertemuan dengan pemimpin Malaysia, menitipkan warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia," jelas Retno.

Selain itu, Jokowi juga membicarakan tentang pendidikan anak-anak TKI yang ada di Malaysia. Antara lain di Sabah dan Serawak yang sudah ada community learing centre atau semacam sekolah informal yang didirikan pemerintah RI.

BACA JUGA: Jokowi Minta Jangan Lagi Buka Fakultas Baru

"Tetapi untuk Semenanjung belum ada. Karena itu Indonesia meminta agar community learning centre juga dapat dibentuk atau ada di Semenanjung, karena jumlah anak Indonesia yang tinggal di sana cukup banyak," jelas Retno.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alhamdulillah, Allah Menggerakkan Hati Presiden Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler