Dilema Mesin Renault di Mobil McLaren

Jumat, 09 Maret 2018 – 06:19 WIB
Fernando Alonso bersama Jet Darat-nya. Foto: racefans

jpnn.com, BARCELONA - Dengan mesin Renault, McLaren langsung berlari kencang. Sayangnya, masalah ketahan mesin masih menghantui kedua pembalapnya. Beberepa masalah yang muncul bahkan dikarenakan hal sepele.

Alonso mencuri perhatian di Barcelona kemarin. Pada hari keenam tes pra musim, juara dua kali Formula 1 tersebut menjadi pembalap pertama yang mampu mendobrak batas catatan waktu 1 menit 20 detik.

BACA JUGA: Musim Tepat Buat Fernando Alonso Bertarung Naik Podium F1

Dia membukukan waktu 1 menit 19,856 detik. Posisinya sebagai yang tercepat bertahan cukup lama.

Namun setelah mengelilingi lintasan 47 lap mobilnya mogok lepas dari Tikungan 7. Karena harus didorong ke pinggir trek bendera merah harus dikibarkan. Tes dihentikan sejenak.

BACA JUGA: Gandeng Renault, McLaren Pengin Saingi Mercedes

Marshal tampak menaburkan pasir di atas genangan oli di tengah trek. Kemudian mengulangi hal yang sama di titik dimana mobil Alonso sempat diparkir. Setelah kembali ke garasi dan diperika, ditemukan ada kebocoran oli.

Ini bukan kali pertama masalah pada MCL33 terjadi. Sehari sebelumnya, rekan satu tim Alonso, Stoffel Vandoorne juga mengalami hal yang hampir sama.

BACA JUGA: Formula 1 2018: Mercedes Bayar Entry Fee Rp 70,6 Miliar

Hari itu, pembalap Belgia tersebut bermasalah sampai tiga kali. Dua kali bermasalah dengan batere pada sesi pagi. Disusul kerusakan sistem hidorlis pada sesi sore. Sepanjang delapan jam uji coba Vandoorne hanya mampu menyelesaikan 38 lap.

Bahkan pada satu kesempatan tes Selasa pekan lalu, Vandoorne harus kehilangan waktunya sampai tiga jam lebih karena baut pada knalpot mobilnya terlepas.

Kerusakan itu sempat disesali Boullier karena masalah itu muncul karena urusan sepele. Yakni baut seharga EUR 2 (sekitar Rp 30 ribu).

Meski serangkaian kerusakan terjadi McLaren berkukuh bahwa hal itu tidak terkait dengan mesin atau desain mobil.

''Hanya kebocoran kecil pada mobil yang membuat mesin mati. Jadi kami harus mengganti mesin,'' tukas Direktur Balap McLaren Eric Boullier. Butuh tiga jam untuk menyiapkan mesin tersebut agar bisa digunakan kembali.

McLaren juga sempat berkutat dengan masalah overheating pada uji coba pekan lalu. Namun ketika datang ke Barcelona untuk tes pekan kedua kali ini mereka telah memodifikasi tutup mesin agar panas knalpot tak langsung “membakar” mobil.

''Ini kan baru uji coba. Kami punya waktu untuk menganalisis paket mobil dengan mesin (Renault) baru ini,'' tandasnya.

Saat ditanya tentang kemungkinan masalah tersebut muncul akibat kesalahan desain pada bagian belakang MCL33, Boullier tak membantahnya.

Seperti diketahui, bagian belakang mobil baru McLaren tersebut berubah mengecil atau lebih langsing dibandingkan generasi sebelumnya.

''Tentu kami berusaha merancang mobil sebaik-baiknya. Jadi kami harus yakin tentang konsep mobil ini. Kami harus membuktikan bahwa semuanya bekerja dengan baik atau tidak,'' ucapnya. (cak)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Oh, Tak Ada Lagi Gadis Payung di Lintasan F1


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler