Diperkosa Hingga Hamil, Lalu Dijual ke Batam

Jumat, 07 Mei 2010 – 09:10 WIB
TASIK– Tragis benar hidup Bunga (17), ABG asal Kelurahan Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Tasik iniDia mengaku diperkosa oleh Her (23), pria asal Cipongpok Desa/Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya

BACA JUGA: Maling Beraksi, 40 Surat Nikah Dibawa Kabur

Setelah hamil, Her tak bertangungg jawab dan justru menjualnya kepada Den (29) di Batam.  Kini kedua pelaku harus berurusan dengan polisi karena Bunga tak terima diperlakukan tak manusiawi oleh keduanya.

Kepada polisi ayah Bunga mengisahkan, empat bulan lalu tepatnya 27 Desember 2009 putrinya mendapat telepon nyasar dari seorang pria
Namanya Her warga Cineam, menawari Bunga pekerjaan di Tasikmalaya

BACA JUGA: Seorang Pelaku Mutilasi Guru Honorer Penjual Nasi Goreng

Syaratnya, Bunga harus pergi ke Tasikmalaya
Saat itu, kata pria yang enggan namanya dikorankan, bunga sedang berada di Bandung untuk mencari pekerjaan bersama saudaranyaTertarik dengan tawaran Her, Bunga memutuskan pergi ke Tasikmalaya pada malam hari

“Dia (Bunga, red) sampai di Terminal Tipe A Indihiang jelang subuhHer yang sudah menunggu langsung menjemputnya,” jelasnya.

Dengan alasan masih pagi, Her membawa Bunga ke rumahnya di CineamBunga diminta beristirahat di sanaTapi kesempatan itu dimanfaatkan Her”Anak saya dibawa ke rumah kosong milik HerDi sana anak saya (Bunga) diperkosa,” lanjut pria bertubuh tinggi besar

Selain diperkosa, Bunga juga disekap di rumah Her selama dua bulanSelama disekap, Bunga beberapa kali digagahi HerAlhasil Bunga pun hamil”Anak saya disekap hampir selama dua bulan hingga hamilDia tidak bisa kabur karena selalu diancam,” terang pria berkumis tebal itu.

Kehamilan Bunga membuat Her resahLalu Her berencana membuang BungaPelaku pun meminta temannya, Den membawa Bunga ke luar kotaDen pun menampung Bunga di rumahnya, Cihaurbeuti, Ciamis”Saat di rumah Den, dia (Bunga) dipaksa menggugurkan kandungannya oleh DenDia disuruh makan ragi dan jamuTapi usaha itu tidak berhasil,” jelas ayah Bunga.

Rupanya, Den memaksa Bunga gugurkan kandungannya agar bisa dijual ke BatamSebulan kemudian, Bunga dikirim ke Batam meski sedang hamilDi sana dia dipekerjakan di tempat hiburan,  ”Tapi akhirnya dia (Bunga) berhasil menghubungi kamiDua hari lalu (Selasa 3/5) kami menjemputnya ke BatamSekarang kami lapor polisi untuk ditindaklanjutiKarena anak kami dijual ke sana,” jelasnya.

Laporan ayah Bunga ditindaklanjutiPolisi kemudian mengamankan rekan Her, DenSedangkan Her masih dalam pengejaranKepada polisi Den mengaku menerima Bunga dari Her sekitar dua bulan lalu di salah satu tempat hiburan malam di Kota Tasikmalaya”Saya dititipi teman saya (Her) untuk mengurusnya (Bunga)Saya mengurusnya di rumah hingga satu bulanDia diberi pekerjaan yang ringan-ringan saja,” akunya saat diperiksa penyidik Polresta Tasikmalaya, kemarin.

Setelah itu, Bunga pun dijual untuk dipekerjakan ke tempat hiburan di Nagoya, Batam”Tapi kondisinya hamil, maka pekerjaannya hanya bantu-bantu di tempat hiburan,” jelas Den. 

Di bagian lain, Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Harso Pudjo Hartono menyatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebutDia belum bisa memastikan kasus yang menimpa Bunga termasuk penjualan manusia”Untuk proses penyidikan, kita harus memastikan pihak di sana (Batam) siapa yang menerimanya,” jelas Harso(dem/fuz/jpnn)

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler