Dirjen IKP: Pendekatan Agama Percepat Diseminasi Informasi Penganggulangan Covid-19

Senin, 08 November 2021 – 10:30 WIB
Tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan meski terjadi penurunan kasus Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersepakat menilai diperlukan pendekatan melalui agama, terkait percepatan diseminasi informasi mengenai penanggulangan Covid-19.

"Diseminasi informasi juga diharapkan bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional demi pencapaian target yang diharapkan," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo Usman Kansong, dalam Workshop bertema Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Nilai-nilai Islam dan Fatwa MUI, Minggu, (7/11).

BACA JUGA: Arya Saloka Cerita Awal Mula Kenal dengan Vanessa Angel

Dalam sambutannya, Usman mengatakan kegiatan ini juga diharapkan bisa memperlancar arus informasi dengan diperkuat oleh fatwa-fatwa yang sesuai dengan isu terkait, serta memperkuat kebersamaan kolaborasi untuk membangun optimisme antar elemen masyarakat.

Hal ini, jelas Usman, tentu bukan perkara mudah mengingat literasi masyarakat Indonesia yang masih minim.

BACA JUGA: Lagi, 2 Mitra Binaan Pupuk Kaltim Raih SPPT SNI

“Kita harus yakin dan percaya bahwa dengan saling bergandengan tangan saling mendukung program ini dapat berjalan dengan baik. Program vaksinasi dan terus menjaga protokol kesehatan bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Majelis Ulama Indonesia Mabroer MS mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan MUI untuk menopang penyelesaian penanganan Covid-19 secara simultan baik lahir maupun batin.

BACA JUGA: Kominfo dan MUI Ajak Masyarakat Gunakan Wakaf Digital untuk Pulihkan Ekonomi

“Kalau di MUI ada 5M, bukan 3M lagi. Tidak cukup hanya memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan tetapi ditambahkan dengan menaati ulama dan menaati umara,” serunya.

Ditambahkan Mabroer, hal tersebut menjadi bukti bahwa ada sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) yang menjadikan keduanya sebagai mitra strategis, bukan partner.

Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pihak swasta, organisasi kemasyarakatan, para tokoh masyarakat, tokoh adat, ulama dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta membantu pemerintah melakukan diseminasi masal.

Terutama penyebaran informasi tentang program vaksinasi maupun upaya mengajak masyarakat menjaga protokol kesehatan bisa berlangsung dengan baik.(chi/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler